Cerpen

Catatan Seorang Perempuan

Laki-laki itu ditemukan tewas di sebuah kamar hotel berbintang lima, waktu ditemukan dia berpakaian lengkap dan rapi dengan mulut mengeluarkan busa putih.. Diduga laki-laki itu tewas karena bunuh diri, tapi polisi masih terus menyelidiki sebab kematian yang tidak wajar ini.
Kabar itu langsung menjadi berita di semua media cetak dan media elektronik, semuanya membahas tentang kematian dan dugaan sebab kematiannya. Setelah diusut, ternyata lelaki itu seorang pengusaha yang sudah cukup terkenal di kotanya. Masih terbilang muda, usianya masih tigapuluhan, dia termasuk pengusaha yang cukup sukses. Selain sukses laki-laki itu juga sangat tampan, wajahnya mirip seorang artis yang sering muncul di televisi. Tapi kenapa laki-laki itu nekad bunuh diri?
Dugaan polisi tentang sebab kematian yang tidak murni bunuh diri itu pelan-pelan mulai terkuak. Beberapa bulan terakhir ini ternyata hubungannya dengan istrinya sedang tidak harmonis, istrinya diduga telah berselingkuh dengan saingan bisnis laki-laki itu. Mereka bahkan sering bertengkar, dan diketahui pula ternyata laki-laki itu juga doyan gonta-ganti selingkuhan.
Polisi mulai memeriksa istri dan orang-orang dekat lainnya. Sang istri malah sangat terkejut dengan berita kematian suaminya, dan dia sangat marah waktu disangka sebagai penyebab kematian suaminya. Dari hasil penyelidikan akhirnya diketahui laki-laki itu tewas karena over dosis sejenis obat terlarang, tapi dugaan polisi tentang sebab kematian laki-laki itu masih terus diselidiki. Tapi dari hasil keterangan yang diberikan pihak hotel, laki-laki itu hanya sendiri di kamarnya dan tidak ada seorang pun yang datang bertamu ke kamarnya. Dia memang sering menginap di hotel ini setiap kali dia harus ke Jakarta untuk urusan bisnisnya.
Tapi polisi tidak menyerah, kasus ini masih terus diselidiki.

Adalah sebuah kebetulan yang sangat indah waktu kutemukan kau di tempat itu, duduk sendiri di antara puluhan wajah-wajah haus kenikmatan yang sedang lupa daratan. Wajahmu masih tampan, tidak berubah sedikitpun, seperti dulu. Matamu masih tajam, tidak berkurang sedikitpun, seperti dulu. Jangan heran kalau ternyata aku sangat yakin bahwa itu adalah kau walau sudah bertahun-tahun kita tak pernah bertemu. Kau mungkin sudah melupakan aku, tapi aku mana mungkin bisa. Dan taukah kau, bahkan hal-hal terkecil tentang dirimu pun sekarang aku tau. Aku selalu mengikutimu, sayang, kemanapun kau pergi. Dan aku selalu setia dan sabar menunggu saat ini. Aku sudah mengikutimu sejak kau masuk ke sedan hitam-mu, aku juga tahu kau sendirian. Tanpa supir dan tanpa siapapun bersamamu. Tapi siapa sangka kau akan ke tempat ini? Kebetulan sekali!
Malam ini sudah sangat lama kupersiapkan, setelah selalu mengikutimu dari kejauhan. Kurasa malam ini adalah malam yang sangat tepat untuk menyapamu, dari dekat. Tapi..oh..sayang..ternyata aku tidak perlu menunggu, kau mendekat ke arahku? Hoho..sudah kuduga, karena aku sudah mempelajari semua detil tentang dirimu. Kau pasti sudah tidak mengenaliku lagi bukan? Itu pasti! Ribuan hari yang sudah kulewati telah membuatku menjadi sosok yang lain, sosok yang sangat berbeda, sosok yang..kurasa tidak mungkin aku akan menjadi seperti ini. Cantik, langsing, dengan segala benda mahal dan bermerek yang menempel di tubuhku yang nyaris telanjang, kurasa kau tidak akan menyangka bahwa ini adalah aku. Apalagi dengan bibir seksi dan mata indah yang menatapmu dengan penuh harap dan napsu, kau tidak pernah menyangka ini aku bukan?
Mendekatlah sayang, kemarilah..Hmm…wangi tubuhmu sangat menggoda, haha..dari dulu kau memang selalu menggoda. Kau memang penggoda dan perayu! Tapi jangan salah sayang, kali ini aku tidak akan termakan rayuanmu lagi. Aku sudah terlalu cukup pintar dan licik untuk bisa kau rayu, apalagi kau kelabui. Haha..soal pintar dan licik, saat ini kau masih berada beberapa tingkat dibawahku. Aku tau itu, pasti! Aku tau semua tentang dirimu.
Benarkan? Kau sama sekali tidak mengenalku, bahkan ketika aku menyebut namaku pun kau pasti tidak ingat siapa aku. Kau pasti sudah melupakan semuanya bukan? Karena mungkin bagimu itu adalah hal yang sangat biasa, dan aku adalah orang yang tidak pantas untuk kau kenang. Begitu bukan? Tapi aku tidak melupakannya, sayang. Aku masih selalu mengingatnya, bahkan aku masih selalu ingat sorot matamu saat itu. Aku..aku benar-benar tidak bisa melupakannya. Maafkan aku.
Malam sudah hampir pagi, apa yang kuinginkan sudah hampir selesai kulaksanakan. Ternyata tidak sesulit yang kubayangkan, sepertinya kau sedang stress atau sejenisnya ya? Sedang memikirkan istrimu kah? Atau bisnismu?
Hanya empat jam bersamamu, semuanya sudah kulakukan. Kau seperti lupa diri, kau tidak sadar pada apa yang kau lakukan. Kau sangat bodoh, sangat bodoh. Sebodoh aku waktu itu. Ya, sebodoh aku waktu itu. Dan kuarasa, aku haurs meninggalkanmu sekarang. Selamat tinggal, sayang. Maafkan aku.

“Kita harus bicara, kenapa kamu selalu menghindariku?” setengah berlari gadis itu mengejar lelaki yang berjalan di depannya.
“Kamu apa-apaan sih?Mau bicara apa kamu?’ laki-laki itu menghentikan langkahnya dan menatap tajam ke arah gadis itu.
“Aku takut hamil. Kamu kenapa sih selalu menghindari aku? Aku mencintaimu, aku bahkan sudah menyerahkan segalanya padamu.”
“Dengar ya gadis bodoh, aku tidak pernah memintanya kan. Kau yang memberi. Aku tidak pernah mencintaimu, tau. Dan tolong jangan kau temui aku lagi, nanti pacarku marah. Jelas kan?”
“Tapi..kamu..kamu..”
“Ahh..apa perlu aku cerita ke semua orang? Dasar bodoh!”
Gadis itu hanya bisa menangis dan berlari pulang. Laki-laki itu telah mencampakkannya begitu saja. Dia sudah termakan rayuan lelaki gombal itu, dan sekarang dia hanya bisa menangis dan menyesal.
Awalnya dia tidak mau, tapi laki-laki itu memaksa. Dia tetap tidak mau, laki-laki itu merayunya, menggodanya, merayunya hingga akhirnya terjadilah.
Gadis itu hampir mati bunuh diri karena peristiwa itu. Dia mengiris urat nadinya dengan pisau, tapi nyawanya masih tertolong karena segera dibawa ke rumah sakit oleh orangtuanya. Orangtuanya heran dan bertanya-tanya, karena setau mereka anak gadisnya itu tidak kekurangan apa pun, semua keinginannya terpenuhi. Tentu saja gadis itu tidak pernah cerita tentang peristiwa memalukan itu.
Untungnya dia tidak hamil, namun walaupun tidak hamil dia sudah tidak perawan lagi. Dan peristiwa itu membuatnya benar-benar sakit hati dan diam-diam menyimpan dendam.
“Aku tidak akan pernah memaafkanmu, aku tidak akan pernah membiarkanmu bahagia, aku akan membalas semua ini, walau entah kapan.”
Kasus kematian laki-laki di hotel berbintang lima itu pun akhirnya ditutup, penyelidikan yang dilakukan tidak menghasilkan apa-apa. Disimpulkan bahwa laki-laki itu benar-benar tewas karena over dosis.

Aku tidak tau kenapa akhirnya kau mati karena over dosis. Aku tidak menginginkan kau mati dengan cara seperti itu. Kenapa kau bisa sampai di hotel? Bukankah malam itu aku sudah membuatmu mabuk dan membayar orang untuk merusak rem mobilmu? Agar kau mati di tengah jalan. Tapi..tak apalah, yang penting kau sudah mati. Dendamku sudah terbalaskan, sakit hati yang bertahun-tahun kupendam sudah hilang. Kuperingatkan padamu wahai laki-laki tampan, jangan sembarangan menyakiti hati perempuan. Karena semua luka yang kau torehkan, akan tercatat rapi dalam lembaran-lembaran sukma yang mengerang kesakitan.***

Cerpen ini lahir di Salatiga sekitar 5 tahun yang lalu.

Advertisements

48 thoughts on “Catatan Seorang Perempuan

  1. owch. tragis amat. mmhh setuju sama bandit pangaratto, playboy is a crime, bukan prestasi (heran ada laki2 yang bangga dengan statusnya sebagai playboy ck ck ck)

  2. Perbuatan diluar nalar bisa terjadi kalau hati sudah tersakiti. Luar biasa memang betapa hati bisa jadi tuhan dari segala-galanya.
    Cerpen ini bagus Yes. Saya td serius banget bacanya kirain ini beneran kejadian dan td sempat mikir ini ada hubungannya dgn alam lain, hhueheuhee….

  3. Saya mengucapkan, mohon maaf lahir dan bathin, selamat hari raya idul fitri 1430 Hijriah, 2 minggu saya mudik ke kampung halaman tercinta, ^_^…V terima kasih sobat miss you

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s