Puisi

Ibu…

Kita sering bercerita, duduk di beranda rumah kita yang hangat dan sederhana.
Bercerita tentang harapan,impian dan kehidupanku kelak ketika sudah beranjak dewasa.
Selalu..
Kau taburkan benih-benih kasih di hatiku,kau selipkan helai-helai norma di rambutku
Kau usapkan rasa sabar dan rasa peduli di kulitku
Di jiwaku kau tanam kekuatan dan ketabahan
Di wajahku kau lukis senyum dan ketulusan
Banyak sekali
Banyak sekali yang kau berikan,ibu
Tak terkira banyaknya
…….
Lalu ingatkah kau,ibu?
Waktu itu aku selalu berjanji akan membahagiakanmu.
Akan memberi yang terbaik untukmu
Tapi Tuhan memberimu yang jauh lebih baik..
Kau dijemputNya saat kubelum beranjak dewasa dan belum bisa memenuhi janjiku….

Selamat malam,ibu..
Aku merindukanmu..

Dan tak akan pernah lagi kubisa menikmati secangkir teh bersama ibu, duduk di sudut taman belakang rumah, seusai hujan di bawah langit biru berpelangi.
Namun di hati ibu selalu ada, selamanya.

Advertisements

36 thoughts on “Ibu…

  1. Bloghicking di hari jumat.
    Mengunjungi para sahabat,
    siapa tahu ada suguhan hangat.
    Meski datangnya telat,
    jangan didamprat.
    Yang penting semangat!
    Ok, sobat?

    jangan lupa; GO GREEN

  2. Akupun akan selalu merindukannya. Karena darinyalah diriku bisa berada di dunia. Melihat dan diajari tentang cahaya. Juga tentang bagaimana mencinta.
    salam kenal

  3. ibu itu jelas mulia banget.. gue selalu nyempetin waktu untuk ketemu nyokap, ngobrol, ngopi, dll. karena cinta itu ga ada gunanya kl disimpen sendiri atau cuma diucapin. do something about it, so it matters..

    orang yg paling gue sayang jg nyokap gue πŸ˜€

  4. Ibu selamat weekend πŸ˜›
    Ibu semoga selalu sehat πŸ˜›
    Salam Dan Teriring Doa buat sahabat πŸ˜›
    Semoga selalu ceria dan semangat πŸ˜€

  5. sepengal rasa kini telah terpatri dalam hidup
    secercah harap dan cemas selalu ada
    aku tak mampu melukis kata di alam maya ini
    aku tak mampu mengores kalimat yang indah
    secangkir-harapan. telah datang membawa selaksa rindu
    dalam kedamaian yang mengharu diam terbisu untuk sebuah kata
    yaitu IBUKU

  6. Catatan Menjelang Karnaval Blog MTBI
    Pertama, saya wajib mengucapkan terima kasih kepada teman-teman narablog yang telah mengirimkan artikel untuk meramaikan acara Karnaval Blog : Minum Teh Bersama Ibu. Artikel yang masuk cukup banyak, yaitu 50 naskah. Artikel yang dikirimkan ada yang berupa, Esai, Fiksi, Puisi, atau Ringan Interesan. Semua bagus, dan itu telah membuat saya kesulitan mana yang akan ditampilkan dalam karnaval nanti.
    http://guskar.com/2009/12/13/catatan-menjelang-karnaval-blog-mtbi/

  7. Blog Walking malam hari di penghujung pekan, mengais ngais ilmu dari para sahabat, mencari sesuap pengetahuan dan segenggam persaudaraan salam ketulusan dari ruang hati ku

    — ibu maafkan daku yang belum bisa membahagiakanmu

  8. ehm ehm^^..
    salam pagii met pagiii
    salam pagii smile morning
    πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ˜‰ πŸ˜‰ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ˜‰
    πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ˜‰ πŸ˜‰ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ˜‰
    πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ˜‰ πŸ˜‰ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ˜‰
    πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ˜‰ πŸ˜‰ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ˜‰
    πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ˜‰ πŸ˜‰ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ˜‰
    πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ˜‰ πŸ˜‰ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ˜‰
    πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ˜‰ πŸ˜‰ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ˜‰
    tetehhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh..sombong sombong sombong^^
    kok gak main ke bri lagiii teh
    neh mah jagonya teteh yc…bri no comment^^
    oiaa sebentar lagii hari ibu
    __semangat__

  9. Sebentar lagi hari Ibu.
    Dulu saya pernah masakin ayam goreng utk ibu saya, tp ibu saya wkt itu mungkin sedang ga mood jd dia ga makan, dan saya kecewa sekali. πŸ™‚
    Itu masih teringat terus sampe sekarang jd saya jarang kasih apa2 utk ibu saya, krn takut dia tdk suka dan saya akan kecewa.
    Tp dalam hati saya, saya tetap sayang sama ibu saya.

  10. untuk sekarang aku cuma bisa melihat foto ibu bersanding dengan bapak di figura coklat seukuran A4, diambil saat lebaran tahun 2002 yang lalu.
    itu foto terakhir bersama beliau

    puisinya bagus mba, jeruuuu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s