Beijing · LaporanKhusus · travelling · Work World

Tengah Malam di Beijing

Okelah..meski sedikit telat, daku akan menyelesaikan rangkaian postingan tentang Beijing Trip di postingan ini. Sepertinya sih udah mulai basi ya, karena udah hampir sebulan lamanya.

Hari terakhir business trip daku di Beijing Office adalah hari Rabu yang indah itu. Karena pesawat yang akan membawa daku kembali ke Indonesia terjadwal akan berangkat sesaat setelah tengah malam, alias jam setengah dua pagi, maka hari ini daku masih ngantor seperti biasanya. Lagi-lagi bos daku mengajak berangkat lebih awal, karena siang nanti the boss harus bertolak ke Shanghai for visiting customer sedangkan beliau masih mempunyai banyak hal yang harus diselesaikan. Daku manut saja seperti kerbau cantik yang dicucuk hidungnya. Continue reading “Tengah Malam di Beijing”

Advertisements
Beijing · Food Oriented · travelling · Work World

Belanja di Beijing

Yayyy….hari ini hari Selasa, asikk..besok pulang! Duh..dah kanggen bangget sama anak lanang gantengnya mama. Dan nggak afdol rasanya ya kalau pergi ke suatu tempat dan pulang tanpa oleh-oleh buat sanak saudara tetangga teman temin rekan rekin dan semuanyah.

Karena hari ini adalah malam terakhir daku bisa berkeliaran di malam hari di kota Beijing, maka perkara oleh-oleh harus dituntaskan malam ini juga. Sebenarnya kemarin bos daku udah ngajakin ke tempat belanja di seberang kantor yang adalah Silk Market ituh. Tapi belum tuntas karena daku cuma dapat sepasang baju buat Java. Kata bos daku “tomorrow we can go to another market’ Okelah bos! Belanja di Silk Market inih, harus berani malu nawar harga serendah-rendahnya. Untungnya bos daku termasuk golongan yang tak tahu malu, sehingga baju yang tadinya ditawarkan 350 Yuan bisa dibawa pulang dengan harga 40 Yuan. Daku tidak mengerti bagaimana kesepakatan itu bisa tercapai, soalnya bos daku bargain dalam bahasa China. Itu dapat harga 40 Yuan juga udah pake acara pergi dulu trus dipanggil mbak si penjualnya. Oh..nggak jauh beda ya sama di Mangga Dua πŸ˜› Continue reading “Belanja di Beijing”

Beijing · travelling · Work World

bisnis trip atau jalan-jalan?

Ehm..sebelum ada yang nanyak “sebenarnya lo ke Beijing bisnis trip atau travelling alias jalan-jalan sik? Kok sempat-sempatnya main sana main sini, visit sana visit sini?” πŸ˜›

Sesungguhnya adalah suatu berkah ketika terselip weekend alias Sabtu dan Minggu di jadwal business trip anda. Dan berkah itu semakin lengkap jika rekan ada bersedia menemani jalan-jalan dan membayari pula. Dan itu adalah jawaban dari pertanyaan di atas.

Sejujurnya sih daku nggak pengen lama-lama di Beijing. Karena rasanya pengen pulang terus, teringat sama anak lanang terus. Pas baru nyampe aja daku udah pengen cepet-cepet hari Rabu. Biar cepat langsung pulang. Tapi nggak boleh gitu dong ya. Emak-emak wajar bangget kangen sama anak yang ditinggal di ribuan kilometer di seberang lautan sanah. Tapi tetap harus profesional dong ya. Dan tetap harus bisa enjoy dan menikmati pengalaman baru πŸ™‚ Continue reading “bisnis trip atau jalan-jalan?”

Beijing · LaporanKhusus · travelling · Work World

Seperti Kembali ke Masa Lalu (Forbidden City part 2)

Ini adalah lanjutan cerita dari sini

Daku mulai kehabisan kata-kata, jadi di postingan ini daku akan membagi banyak gambar saja. Oiya, mungkin perlu juga daku beritahu. Tiket masuk ke Forbidden City adalah 60 Yuan. Sebenarnya rekan daku ingin kami ditemani oleh seorang guide, agar daku bisa tau banyak tentang kisah Forbidden City. Tapi pada saat itu guide yang bisa berbahasa Inggris sedang on duty semua. Akhirnya kami memakai pemandu otomatis yang memang disewakan di loket dekat pintu masuk. Pemandu otomatis berbentuk seperti MP3 player. Kita bisa memilih bahasa yang kita inginkan, dan saat itu karena daku sudah kangen bangget dengerin orang ngomong Indonesia, daku pilih bahasa Indonesia πŸ™‚ Continue reading “Seperti Kembali ke Masa Lalu (Forbidden City part 2)”

Beijing · Food Oriented · travelling

Forbidden City and Tiananmen Square – Beijing (part 1)

Udah pernah denger Forbidden City dong ya? Apalagi yang suka nonton film Mandarin pasti udah tahu bangget tentang Forbidden City.Β  Forbidden City ditetapkan sebagai World Heritage Site pada tahun 1987 oleh UNESCO lho. Dinamakan Forbidden City (Kota Terlarang) karena kompleks istana ini tidak boleh dimasuki oleh orang luar tanpa ada izin khusus dari Kaisar. Dulunyah..Forbidden City ini adalah istana Kaisar Cina mulai dari Dinasti Ming sampai dengan akhir Dinasti Qing. Kompleks istana yang dibangun pada tahun 1406 sampe dengan 1420 ini menjadi tempat tinggal Kaisar Cina selama hampir 500 tahun. Kompleks istana ini berdiri di tanah seluas 720.000 m2 dan berisi 980 bangunan. Gedek bangget ya, cyin? Continue reading “Forbidden City and Tiananmen Square – Beijing (part 1)”

Beijing · LaporanKhusus · travelling

Ternyata Kalau ke Tembok China itu…..

Hari ketiga di Beijing adalah hari Sabtu, dan artinya adalah hari libur. Bos daku sudah berencana akan mengajak daku ke Great Wall alis Tembok China yang sangat terkenal ituh. Dan tentu saja daku tidak menolak.

Kami berangkat sekitar jam sembilan pagi, dan seperti biasa kemana-mana pasti dianter sama the driver. Daku tak tahu persis berapa jarak dari pusat kota Beijing ke Tembok China. Tapi yang jelas memakan waktu sekitar satu setengah jam lewat tol. Daku juga nggak tau pasti kami lewat Badaling atau Muntianyu. Yang jelas nyampe Tembok China aja πŸ˜› Continue reading “Ternyata Kalau ke Tembok China itu…..”

Beijing · travelling · Work World

Kekenyangan di Beijing

Yuhuu…..daku akan melanjutkan ceritah tentang trip to Beijing ya. Oiya, daku tiba di Beijing di Kamis dini hari, pada tanggal 20 Februari. Melakukan sesuatu di Beijing Office selama lima hari kerja, lalu kembali ke tanah air di Kamis dini hari dan tiba di tanah air di Kamis sore hari.

Dan di hari kedua inih, sebelum tidur malamnya bos daku sudah berpesan kalau kita akan berangkat jam setengah delapan pagi. Jadi daku disarankan sudah ready to go sebelum jam ituh. Padahal office hour nya adalah from nine to six. Dan jarak dari apartemen bos daku ke kantor tidaklah jauh. Tapi bos daku ini memang sangat rajin sekali bekerja. Tak heran kalau dia bisa menjabat sebagai manajer penjualan untuk daerah Cina, Taiwan dan Hongkong. Continue reading “Kekenyangan di Beijing”