Mom's Story

Bukan Pilihan

Ini bukan pilihan, tapi sesuatu yang memang harus segera dilakukan
Ya, terkadang memang harus seperti itu, eh bukan kadang, mungkin lebih tepat bila dikatakan seringnya..
Apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan kenyataan
Ya, keinginan saya sebenarnya tidak muluk-muluk. Meluluskan Java hingga S2* ASI. Hanya 1 tahun saja. Kenapa tidak 2 tahun seperti yang dianjurkan WHO? Saya cukup tau keadaan, jadi 1 tahun saja rasaya sudah sangat bersyukur.
Tapi keadaan sangat tidak memungkinkan untuk mencapai keinginan itu
Java pun mulai saya berikan susu formula di 9m22d nya

Advertisements

13 thoughts on “Bukan Pilihan

  1. Nggak masalah. Sesuaikan saja dengan kemampuan. Lha kalau memang sudah nggak bisa memenuhi kebutuhan asinya dengan cukup, ya kasih saja formula.

    Eh, apa nggak UHT aja ya? Pernah baca di blog mana gitu, ada dsa yang nyaranin uht seperti ultra mimi daripada formula. Tapi ya aku belom belajar soal performulaan ini sih, mana yang bagus dan lebih disaranin buat bayi.

    Semoga Mas Java sehat-sehat aja ya…

    1. Iya, ASIX ga boleh dipaksakan. Semampunya aja. Ini Java udah semingguan sambung sufor. Untungnya langsung cocok dan walaupun awalnya Java ga doyan, udah dua hari ini minum sufornya lumayan lancar πŸ™‚

  2. Hai Yes.
    Semua ibu tentu maunya ASI, tapi bila ternyata keadaan berkata lain, ya gimana ….
    Kalau UHT cocoknya saat anak sudah 1 tahun, tapi mesti hati-hati dalam memilih karena belum tentu cocok sama babynya. πŸ™‚

  3. Well, setiap keluarga pasti punya kondisi sendiri-sendiri yang kadang bikin kita nggak bisa ngikutin keadaan ideal ya mak dan apapun keputusan itu pasti yang terbaik bagi keluarga. Sehat terus ya mas Java.

  4. Kita juga memang harus fleksibel dengan keadaan yang ada kok πŸ™‚

    menurutku gak ada masalah…
    Kayla hanya dapet 7 bulan ASI, sedangkan Fathir 2 tahun ASI….

    Insya Allah sehat terus kok πŸ™‚

  5. Sedih rasanya ketika kedua anak-anakku hanya bisa kuberikan ASI dalam waktu 3 bulan saja. Bukan tanpa usaha, semua sudah dimaksimalkan. Tapi, ketika ASI sudah tidak bisa menjadi jembatan kedekatan ibu dan anak, masih ada seribu satu cara agar kita tetap bisa memberikan yang terbaik.

  6. “Apabila karena suatu hal tidak dapat menyusui, ibu tidak usah merasa bersalah. Hubungan emosional tidak otomatis menjadi ‘kering’ tanpa ASI.” (dr. Purnamawati S. Pujiarto, SpAK, MMPed dalam Buku Bayiku Anakku)

    Salam kenal Mbak Yessi, senang bisa sharing. Terima kasih sudah mampir blog saya dan memberi support. Berarti banget!

    Sehat selalu buat hati tersayangnya yaaaa! Aamiin. πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s