Puisi

Epilog Sunyi

…..
itu adalah kali terakhir kita bertemu..
di malam yang sangat biasa, seolah tak ada perpisahan yang kan terjadi setelahnya
hampir tengah malam kita berpisah,kau ucap selamat tinggal dan tak akan pernah lagi kembali ke tempat dimana aku berada..
sebelum akhirnya menjabat tanganku tanpa menatap wajah apalagi mataku lalu melangkah menjauh..menjauh..jauh..jauh..
taukah kau..
setelah itu aku telah mati. rentang waktu yang kan kujelang sebelum ragaku mati nanti hanyalah epilog sunyi..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s