Novel

Prolog (Disbrik’s Life Story)

Kalo pada akhirnya gue hanya jadi seorang buruh di sebuah pabrik di
suatu tempat yang jauh banget dari Plaza Senayan, itu mungkin sudah bagian
dari perjalanan hidup gue yang akan membawa gue ke titik-titik lain yang udah
ditakdirkan untuk gue jalani.
Boleh gue ngimpi kerja di perusahaan terkenal yang kantornya ada di
bilangin Sudirman atau Kuningan. Tapi kalo pada akhirnya gue terdampar
sebuah pabrik garment di sebuah kota kecil di selatan kota Semarang, gue harus
menjalaninya dengan tulus iklas. Baiklah, biar pada nggak pusing gue kasi tau
aja dimana tempat gue sekarang berada. Gue di Ungaran. Pernah dengar ga
sih? Mungkin di peta dunia nggak bakal ketemu tulisan “Ungaran” nya, tapi kalo
lo cari di google pasti banyak tuh hasil searchingnya. Merupakan jalan lintas
menuju Solo dan Yogyakarta. Dan pabrik gue tempat mencari sesuap nasi itu
ada di sepanjang jalan lintas itu. Dari Semarang jaraknya sekitar tiga puluh an
kilometer. Dengan bis bisa ditempuh dengan waktu hampir satu jam, kalo naik
mator sekitar setengah jam an lah, kalo naik Alphard biru mungkin seharian
karena gue mau muter-muter dulu keliling Semarang. Secara naik Alphard biru
gitu loh..disopirin ama gebetan gue pula…Hekekekke…
Oke, kembali ke boleh ngimpi tadi. Nggak bisa dihitung kali berapa kali
sudah gue menghadapi interview terakhir di beberapa perusahaan terkenal di
sekitar Jakarta. Waktu itu gue emang masih belagu, masih milih-milih ngelamar
kerjaan. Untuk perusahaan yang kolom lowongan kerjanya kecil gue lewatin.
Untuk perusahaan yang nggak punya domain email gue lewatin juga. Masih
belagu..maklum waktu itu amunisi masih penuh. Tapi ketika pekerjaanpun tak
kunjung dapat, terpaksa gue melebarkan sayap ke daerah Jawa Tengah. Dan
akhirnya….sah lah status gue jadi buruh di sebuah pabrik dan sehubungan itu
maka dengan itu kemudian sah jugalah gue jadi Disbrik alias gadis pabrik (yang
cantik).
Yaaa..gampangnya seperti ini…boleh gue pedekate ama Brad Pitt, ama
Orlando Bloom, ama Johny Deep ama Keanu Reeves, ama sapa tuh pemain
sinetron korea (sumpah gue lupa…). Tapi kalo pada akhirnya gue jadian sama si
Japra anak juragan jengkol tetangga gue, itu sudah merupakan takdir. Dan
belum tentu juga kan cowok-cowok import itu lebih cocok ama gue dibanding
Japra. Hihihih….nyambung nggak sih.
Ya itulah asal muasal status gue jadi disbrik. Ya ini hanya sebagai kata
pengantar aja. Biar lo pada tau disbrik itu apa. Oke…hehehehhe
Menurut seorang teman gue yang bernama Jelamb, disbrik adalah gadis
pabrik, yaitu gadis yang pekerja di pabrik. Entah itu posisinya apa kalau kerja di
pabrik ya namanya Disbrik. Kalo ada Disbrik pasti ada juga Jabrik. Jabrik adalah
Jejaka Pabrik…dan ada satu lagi Jejaka Hutan Karet. Nah yang ini termasuk
langka. Nanti di bab pembahasan gue kasi tau elo Jejaka Hutan Karet itu apa.
Huakakakka….
Di kalangan teman-teman kuliah, menjadi disbrik adalah salah satu
profesi yang sedikit nggak iya banget. Udah disbrik, di desa pula. Selayang
pandang ya pasti kalah okelah sama temen-temen gue yang kerja di bank
swasta atau di mana-mana yang bukan kelasnya pabrik. Tapi nggak ngaruh
buat gue mah! Yang penting nggak nganggur. Ya nggak coy?
Eit…gue nggak menyesali lho jadi disbrik seperti ini. Gue masih tetap
senang dan bersyukur karena masih di kasi rejeki sama Yang Maha Kuasa.
Hihihihih…sok baik gitu kan gue…

Advertisements

8 thoughts on “Prolog (Disbrik’s Life Story)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s