Embrio Novel · Novel · travelling

Tentang Maastricht Memory ituh…

Mungkin kalian mulai bosan mendengar atau membaca bahasan saya tentang #MaastrichtMemory yang tak juga berujung pada lahirnya sebuah novel nyata. Bukan hanya sekedar penggalan-penggalan percakapan antar tokohnya yang (sengaja) saya pamer di facebook dan atau twitter.

Dengan berbagai alasan dan pembenaran saya diampuni oleh diri saya sendiri, bahwa saat-saat ini bukanlah saat yang tepat untuk menyelesaikan #MaastrichtMemory. Oke, bilang saya penulis malas. Saya dengan sepenuh hati menerimanya. Tampar aku, mas! Tampar! Apaan sih, Yes? ๐Ÿ™‚

Continue reading “Tentang Maastricht Memory ituh…”

LaporanKhusus · Novel · travelling

Lebih Dari Seribu

Bagi seorang penulis novel pemula seperti saya, mendapatkan royalti kemudian menjadi jutawan belumlah menjadi tujuan ๐Ÿ˜› Tanpa bermaksud merendah, jujurโ€ฆbagi saya ketika naskah novel saya sudah menemukan penerbitnya sudahlah menjadi suatu hal yang sangat membahagiakan. Bukan berarti saya akan berhenti โ€œmengurusiโ€ sang novel ketika dia sudah berada di tangan penerbit. Bagaimanapun sebisa mungkin, saya akan mempromosikan novel-novel saya.

“Still Loving You”, novel kedua saya ini lahir dari sebuah penerbit yang tidak begitu terkenal. Didistribusikan di beberapa toko buku terkemuka di seluruh nusantara dengan sangat minim promosi. Saya hanya mempromosikan novel kedua saya ini melalu facebook dan blog. Twitter? Ya saat itu saya belum aktif meracau di timeline, jadi Still Loving You tidak dipromosikan lewat Twitter. Kemudian saya juga menjual langsung novel saya ini, membeli dari penerbit lalu saya menjualnya sendiri. Hei, penulis pemula memang harus seperti itu. Jangan samakan dengan penulis-penulis terkenal yang tinggal setor naskah ke penerbit ๐Ÿ˜€

Novel ini terbit di akhir tahun 2009, dan setelah โ€œlelahโ€ mempromosikan sana-sini saya pun berhenti. Dan saya tidak pernah sedikitpun berpikir tentang royalti. Saya juga hampir tidak pernah berhubungan dengan pihak penerbit. Dan di tengah kesibukan saya sebagai ibu dan seorang pekerja saya nyaris melupakan novel ini. Terkadang saya bahkan lupa pernah menulis novel.

Hingga ketika akhir bulan lalu, pihak penerbit menghubungi saya dan mengkonfirmasi nomor rekening untuk mentranser royalti. Saya sedikit kaget dengan angka rupiah yang akan ditransfer ke rekening saya. Terus terang saya berpikir, apa tidak salah?
Dan ketika menerima laporan dari penerbit beserta Surat Setoran Pajak untuk pajak penghasilan dari royalty, saya pun percaya kalau โ€œStill Loving Youโ€ telah terjual lebih dari seribu.

Terimakasih untuk teman-teman yang sudah membaca novel saya, ya. Kebahagiaan penulis adalah ketika hasil karyanya dinikmati oleh pembacanya. Entah kemudian suka atau tidak, adalah hak penuh sang pembaca.

โ€œStill Loving Youโ€, kamu keren ya..kecil-kecil ternyata laku juga ๐Ÿ˜€

sly1

LaporanKhusus · Novel · travelling

Wanita Dalam Cerita

Meski tak yakin bisa menang, akhirnya saya ikut lomba menulis novel “Wanita Dalam Cerita” yang diadakan Bentang Pustaka.
Naskah novel ini sebenarnya sudah lama tapi saya poles sana sini dalam waktu tiga jam sebelum deadline pengiriman naskah. Ini terjadi karena saya salah ingat tanggal deadline. Kirain masih sebulan lagi, ternyata hari itu adalah batas terakhir pengiriman. Jadilah dalam waktu tiga jam saja saya mengedit sana-sini lalu mengirimkan naskah hanya beberapa menit sebelum tanggal berganti. Continue reading “Wanita Dalam Cerita”

LaporanKhusus · Novel · travelling

Pemenang Kuis “Seperti Janji Kita”

Tiga pemenang kuis “Seperti Janji Kita” adalah Alia, Melly, Usagi.
Masing-masing akan mendapatkan satu novel “Seperti Janji Kita”. Segera kirim alamat lengkap kalian ke sepertijanjikita@gmail.com, ya.. ๐Ÿ™‚

Dan sebagai ucapan terimakasih saya pada kawan semua, peserta kuis “Seperti Janji Kita” yang kebetulan tidak terpilih sebagai pemenang akan mendapatkan diskon 10% untuk pembelian satu novel “Seperti Janji Kita”.

Sekali lagi, terimakasih banyak untuk partisipasi kawan semua. Sungguh sangat berarti buat saya dan “Seperti Janji Kita”. Salam hangat ๐Ÿ™‚