Cerpen

Mimpi Mimpi Mini

Tadinya mo posting cerpen-cerpen lama..tapi file nya ilang…hiks…..
sekarang baru coba-coba lagi nulis cerpen..tapi ko garing banget ya? 😦 coba de dibaca…

“Miniiiiii!!!! Bangun!!!” teriakan itu membahana di kamar tidur Mini yang dipenuhi dengan benda-benda berwarna pink.
“Mini!!!” volume semakin meninggi.
“Miniiii!!”
Mahluk mungil yang terbenam di kasur beralas pink itu mulai bergerak. Selimut gambar Piglet gede yang berdasar warna pink muda masih menutupi tubuhnya hingga leher.
“Mini, bangun!!” Selimut itu ditarik dengan paksa.
“Ah…mama jahat aaahhhhh!” Mini merengek malas sambil menggaruk-garuk perutnya yang nggak gatel.
“Ini udah jam berapa, sayang? Kamu nggak masuk sekolah?”
“Mini masih ngantuk, maaa!” Mini menarik selimunya lagi.
“Eh…Mini! Nanti kamu telat lho! Ayo cepat, bangun, mandi!” dengan paksa mama menarik tangan Mini.
“Aahhh…sebel deh!!” si manja itu akhirnya terpaksa bangun dengen bersungut-sungut.
“Kamu kenapa sih sekarang suka bangun kesiangan? Kerjaannya molor terus. Ayo lekas mandi!” mama melemparkan handuk (yang juga berwarna pink) ke pangkuan Mini yang masih duduk dengan wajah ngantuk.
“Uhhh..kenapa sih tiba-tiba udah pagi? Kenapa sih sekolahnya nggak kaya kuliah aja? Kayak mbak Maura yang bisa masuk kuliah jam berapa aja. Uhh…sebel!” Mini bersungut-sungut sambil berjalan menuju kamar mandi yang ada di dalam kamarnya yang lagi-lagi bernuansa pink.
Masuk kamar mandi, bukannya langsung mandi Mini malah bengong sambil duduk di dudukan toiletnya yang berwarna pink. Mata Mini kosong menatap dinding keramik kamar mandinya yang berwarna pink kembang-kembang kecil.
“Aduuuhh…kenapa ya Mini mimpi dia lagi? Heran de…masa udah tujuh malam berturut-turut Mini mimpiin Bimo terus? Mini kan jadi nggak enak…aduh..kok Mini bi….”
Dug..dug…dug…dug…”Miniiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii!! Kamu jangan bengong lagi di kamar mandi! Cepetan dong sayang mandi!” dug…dug…dug…
“Uhhh…mama cerewet!” sungut Mini lalu segera mandi.
“Mini nggak mau sarapan nasi goreng!” ujar Mini sambil merengut begitu melihat nasi goreng tersedia di meja makan.
“Kamu kok merengut teyus ci?” goda Maura yang udah sarapan dari tadi. Piring bekas makannya masih ada di meja. “Naci goyengya enak lho,” ujar Maura dengan nada sok imut dan masih dalam rangka godain Mini.
Mini tiba-tiba nggak bisa jawab, ditatapnya kakak perempuan satu-satunya itu dengan tatapan aneh. Padahal biasanya Mini pasti langsung bales, sebelum akhirnya terjadi kegaduhan kecil yang hanya akan berhenti jika mama turun tangan jadi penengahnya.
“Bibiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiikk!” teriak Mini kemudian, tanpa menghiraukan ledekan Maura.
“Mini! Panggil bibik yang sopan!” mama yang tiba-tiba udah nongol menatap Mini dengan tatapan tidak senang. Mama memang paling nggak suka kalo anak-anaknya “semau-mau” sama si bibik
“Mini mau sarapan roti bakar aja..!” ujar Mini waktu si bibik udah nongol di hadapannya. Tapi kenapa aku tiba-tiba suka roti bakar ya? Mini heran pada dirinya sendiri. Dan tiba-tiba dia pun ingat. Tadi malam dia mimpi duduk berdua sama Bimo di sebuah café dan mereka makan roti bakar. Tanpa sadar, Mini melirik ke arah Maura yang sedang menghabiskan susu coklatnya. Ada perasaan bersalah terselip di hati Mini.
Bimo itu pacarnya Maura. Mereka baru aja jadian sebulan yang lalu. Seminggu yang lalu Maura mengajak Bimi ke rumah dan mengenalkannya pada Mini yang waktu itu kebetulan baru pulang sekolah. Dan sejak saat itu tiap malam Mini mimpi pacaran sama Bimo terus. Malam pertama sih Mini masih biasa aja, malam kedua mulai bertanya-tanya, malam ketiga makin bertanya-tanya. Hingga malam tadi Bimo masih saja masuk ke dalam mimpi Mini, dengan setting yang sama. Mini pacaran sama Bimo. Hiiiii….kalo mbak Maura tau gimana ya? Mbak Maura kan cinta banget sama Bimo. Tiap hari ngomongin Bimoooo terusss….trus kalo abis pulang jalan-jalan sama Bimo pasti bawaannya seneng banget. Pasti dia nggak rela Mini pacaran sama Bimo, walaupun hanya dalam mimpi. Tapi kenapa juga aku tiap malam mimpiin Bimo ya? Atau..jangan-jangan aku suka sama Bimo? Oh tidak…teriak Mini dalam hati.
Bimo emang ganteng dan idaman banyak perempuan. Penampilannya yang selalu tampak cool membuat banyak perempuan makin klepek-klepek sama Bimo. Selain itu Bimo juga pintar, terkenal di kampus dan punya banyak sekali prestasi yang patut dibanggakan. Siapa sih yang nggak mau pacaran sama Bimo? Maura aja sebenarnya udah dari semester satu, sejak pertama kali ketemu Bimo udah naksir berat. Makanya waktu di semester empat Bimo mulai deketin dan lalu nembak Maura. Maura langsung menerima cinta Bimo.
Tapi kenapa Bimo selalu masuk dalam mimpi Mini ya? Apa Mini suka sama Bimo? Ah…enggak…ujar Mini dengan tegas dalam hatinya. Ketemu aja baru sekali. Dan Mini cukup sadar dan tau diri kalo Bimo itu pacarnya mbak Maura. Dan lagi…mana mungkin Bimo pacaran sama anak SMU? Ihh…apaan sih? Mini pusing sendiri. Lama-lama mimpi itu ngeganggu juga
“Eh…dimakan tuh roti bakarnya. Ngelamun mulu!” suara Maura ngagetin Mini yang sempat bengong mikirin mimpinya. “Mau nebeng ga? Ayo cepeten sarapannya,” ujar Maura sambil berdiri dari duduknya.
“Emang mbak Maura nggak dijemput Bimo? Tanya Mini spontan
“Kak Bimo! Sopan dikit ya, min!” ralat Maura dengan tatapan serius.
“Iya…iya…gitu aja kok marah?” sungut Mini sambil mengunyah roti bakarnya….
“Hari ini katanya Bimo ada urusan penting. Mbak juga mau pergi seharian sama Tasya. Hari ini kita kan nggak ada kuliah. Udah ah…kamu lama. Mbak dah janji dateng pagi banget ke rumah Tasya. Dah….Mini!” Maura langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari Mini.
Yahhh…lagi-lagi Mini nggak bisa berbuat apa-apa. Naik angkot lagi dah, bisiknya dalam hati.
“Makanya bangun pagi! Kalo bangunnya pagi kan bisa nebeng papa atau mbak Maura!” mama yang tau isi hati Mini langsung ceramah.
“Iya…iya…Mini juga mau berangkat deh..!” ujar Mini sambil berdiri lalu berjalan menuju kamarnya untuk mengambil tas sekolah.

Mini kaget banget waktu baru aja nutup kembali pintu pagar rumahnya. Tiba-tiba di depannya udah ada sebuah Honda Jazz hitam parkir dengan seorang cowok yang bersandar ke mobil sambil melipat tangannya dan lalu tersenyum sangat manis ke arah Mini.
“Bi…bi…Kak Bimo?” ujar Mini dengan setengah tak percaya.
“Mau berangkat ke sekolah kan? Aku anterin ya?” ujar Bimo lalu membuka pintu mobilnya dan mempersilahkan Mini masuk.
Kaya dihipnotis Mini langsung masuk dan duduk manis di jok depan. Bimo menutup pintu kembali. Lalu kemudian ikut masuk ke dalam mobil. Sekarang dia udah ada di belakang kemudi, tepat di sebelah Mini yang masih bertanya-tanya. Kata Mbak Maura hari ini Bimo ada urusan penting dan mbak Maura mau pergi seharian sama Tasya.
Mobil mulai bergerak…
“Kata mbak Maura hari ini kak Bimo ada urusan penting, emang nggak tau kalo hari ini mbak Maura pagi banget udah pergi ke rumah Tasya?” Mini membuka percakapan.
Tapi Bimo hanya menjawab dengan senyum.
“Tadi nggak sms mbak Maura dulu ya? Padahal mbak Maura baru pergi kira-kira sepuluh menit yang lalu lho,” ujar Mini lagi.
Dan lagi, Bimo hanya tersenyum.
Dia nggak suka kali ya aku banyak ngomong. Udah ah diam aja, akhirnya Mini ikutan diam. Mereka pun diam sepanjang jalan sampai tiba di depan sekolah Mini.
Mobil pun berhenti.
“Makasi ya, kak,” ujar Mini sebelum membuka pintu untuk turun dari mobil. Dan Bimo hanya membalasnya dengan senyum tipis banget.
Bodo ah! Ujar Mini dalam hati. Yang penting aku nyampe sekolah tanpa telat.
Tapi…
“Min, tunggu…!” tiba-tiba Mini ngerasa tangannya digenggam tangan hangat Bimo.
Mini kaget lalu menoleh.”Kenapa kak?”tanyanya polos.
“Min…sebenarnya…sebenarnya aku tuh cintanya sama kamu, bukan sama Maura. Udah lama banget aku memendam rasa ini. Aku sengaja deketin Maura biar ada jalan bisa dekat ma kamu.” ujar Bimo sambil menatap Mini lekat-lekat.
Mini kaget setengah mati, matanya melotot. Mulutnya menganga, tak percaya pada apa yang didengarnya.
“Mini?” Bimo memperat genggaman tangannya pada tangan Bimo.
Mini menarik tangannya dari genggaman Bimo, “Gila!” ujarnya setengah berteriak lalu membuka pintu mobil, keluar dan berlari masuk ke dalam pekarangan sekolah. Tak dihiraukannya Bimo yang langsung ikut keluar dari mobil dan berteriak-teriak memanggil namanya.
Sampai di kelas. Mini langsung duduk di bangkunya. Mudah-mudahan ini cuma mimpi, bathin Mini sambil mencubit lengannya. Sakit! Hoaaa…berarti bukan mimpi! Mamaaaaa!!!! Mini langsung pengen pulang.***

Advertisements

33 thoughts on “Mimpi Mimpi Mini

  1. Saya mengucapkan SELAMAT menjalankan PUASA RAMADHAN.. sekaligus Mohon Maaf Lahir dan Bathin jika ada kata kata maupun omongan dan pendapat yang telah menyinggung atau melukai perasaan para sahabat dan saudaraku yang kucinta dan kusayangi.. semoga bulan puasa ini menjadi momentum yang baik dalam melangkah dan menghampiriNYA.. dan menjadikan kita manusia seutuhnya meliputi lahir dan bathin.. meraih kesadaran diri manusia utuh..

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

  2. yessi… nih mimpiku … 😉

    waktu semalam Yes, aku bermimpi..
    dipatok ular besar sekali…
    aku menjerit… aduh…ular berlalu..
    apakah arti… takbir mimpiku…

    (btw…aq kan ketemu Yessi… wkkwkw… 😦

  3. bimo itu bedebah…
    itu saja. titik.
    nanti kalo keluar sama ibunya mini, pasti bimo juga ngomong hal yang sama. keluar sama kucing betina pun juga pasti sama saja 😆
    mantabs ceritanya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s