Cerpen

Aku (seharusnya tidak) membiarkanmu pergi

Satu dari beberapa hal yang paling tak kusukai adalah : tiba-tiba teringat tentangmu. Padahal aku sedang sibuk dengan hal-hal yang sama sekali tidak ada hubungannya denganmu. Bahkan garis senyum dan detail rinci wajahmu jelas tergambar dalam ingatan, melesatkanku jauh ke masa lalu.

Bukankah kita sudah sepakat untuk saling lupa, lalu serius menjalani kehidupan kita masing-masing? Dan bila suatu saat nanti kita tanpa sengaja (harus) bertemu, kau akan sama seperti orang-orang di ruang tunggu bandara yang tak kukenal dan paling-paling akan kuberi segaris senyum formal.

Kadang aku menyesal, aku ingin kembali ke hujan di senja itu.

Aku akan berteriak menahan langkahmu, mengejarmu di tengah hujan. Akan kuakui bahwa aku mencintaimu, lalu kita berpelukan di bawah hujan.

boy-couple-girl-hug-love-favim-com-142547 (1)

 

 

 

 

 

 

 

 

Aku (seharusnya tidak) membiarkanmu pergi.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s