travelling

Di Akhir Desember (Renungan Akhir Tahun)

Malam ini, ijinkan saya kembali ke masa yang sudah lama berlalu itu.
Kembali ke dalam sebuah kehangatan dan kesederhanaan yang selalu tersimpan rapi dalam hati dan pikiran saya.
Kehangatan dan kesederhanaan yang kemudian bernama kenangan.
Sebuah bagian dari masa kecil yang indah dan ceria.

Setiap penghujung tahun, di akhir Desember rumah kakek selalu ramai. Semua anak-anaknya pasti datang berkumpul untuk merayakan tahun baru bersama. Tak ada yang absen, semuanya pasti hadir bersama cucu-cucu kakek yang waktu itu masih kecil-kecil, termasuk saya yang memang tinggal bersama kakek.
Di penghujung tahun, tepat jam duabelas malam ketika tahun akan berganti, keluarga besar kami selalu mengadakan doa bersama. Mengucap syukur atas berkat dan anugrah yang telah diberikan Tuhan sepanjang tahun, dan lalu memohon perlindungan dan berkat untuk tahun yang baru. Setelah doa bersama, dilanjutkan dengan acara ‘buka hati’. Setiap orang harus menyampaikan isi hatinya, tentang keluhan, tentang rasa tidak suka atau mungkin rasa sakit hati yang terpendam. Selain itu juga harus mengatakan harapan dan impian-impiannya. Biasanya dimulai dari yang usianya paling muda lalu bergilir hingga yang terakhir adalah Kakek. Setelah selesai acara itu dilanjutkan dengan acara bermaaf-maafan dan ditutup dengan acara makan-makan.

Kami, cucu-cucu kakek yang masih kecil juga selalu ikut acara itu. Dan untuk bisa mengikutinya, biasanya jam tujuh malam kami sudah disuruh tidur, dan akan dibangunkan ketika acara akan dimulai. Kadang ada sebagian yang malas bangun, tapi ketika diingatkan tentang hidangan dan kue-kue yang akan dimakan setelah acara, biasanya langsung semangat dan cuci muka supaya tidak mengantuk. Ah..indah sekali kebersamaan itu. Saya masih selalu bisa mengingat setiap detailnya. Tentang kata-kata yang sama yang selalu saya ucapkan di setiap tahun, yaitu permintaan maaf karena sering nakal, lalu mengatakan impian saya supaya bisa lebih rajin belajar dan jadi juara kelas. Standart sekali. Karena waktu itu saya memang belum pandai merangkai kata. Apalagi di acara yang dihadiri semua anggota keluarga.

Saya juga masih selalu mengingat setiap kata-kata kakek, kakek yang selalu mengingatkan untuk tidak hanya fokus pada apa yang sudah tercapai dalam tahun kemarin, tapi juga harus merenungi, sudah seberapa banyak kita memberi dan berbagi. Sudahkah kita membuat orang lain bahagia, atau paling tidak tertawa atau tersenyum.
Sampai sekarang, saya masih selalu mengingat kata-kata itu.

Kenangan.
Ketika sudah beranjak dewasa, saya kemudian sadar. Bahwa ternyata, sebuah pemberian berbentuk barang mungkin bisa saya lupakan. Sebuah kado tahun baru atau kado ulangtahun ketika saya masih kecil mungkin sudah entah dimana. Tapi ada kado terindah yang tak akan pernah hilang dari hati saya. Sebuah kenangan indah, sebuah kehangatan dan kesederhanaan yang pernah (dibuat keluarga saya) saya alami.
Lalu setelah itu saya merenung dan berpikir. Apakah saya termasuk dalam kenangan indah atau kenangan pahit pada hidup seseorang? Mungkin kenalan, teman, sahabat atau keluarga saya sendiri. Karena kadang mungkin tanpa saya sadari saya telah menyakiti atau melukai perasaan seseorang.

Tahun ini terangkai dalam jutaan detik, dalam ribuan kata yang terucap, dalam ragam tingkah laku dan perbuatan. Diantaranya, pasti ada salah dan khilaf yang mungkin menyinggung dan bahkan mungkin menyakiti seseorang. Ijinkan saya minta maaf untuk itu. Untuk semua salah dan khilaf saya yang mungkin telah menyentuh hati dan pikiran siapapun.

Lalu mari mengucap syukur atas berkat dan anugrah yang telah Tuhan berikan di 2009, dan semoga di 2010 kita bisa menjadi manusia yang lebih baik, lebih peduli pada sesama, lebih berguna dan tentunya lebih dekat lagi padaNya.

Selamat Tahun Baru…
God Loves Us…

Advertisements

15 thoughts on “Di Akhir Desember (Renungan Akhir Tahun)

  1. happy new year yah! semoga tahun ini lebih baik dari tahun2 sebelumnya.. semoga kita semua semakin dekat dengan hal2 yang kita impikan selama ini! amiiinn..

    bicara kenangan.. kadang2 kita memang meninggalkan kenangan buruk buat orang lain dan itu tak terelakkan. we’re human, we made mistakes 😀

  2. met taun baru sukses ya, terus berkarya
    tetep sehat, tetep semangat biar kita bisa jalan-jalan dan makan-makan lagi, heheh (pak bondan mode on)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s