Novel

dari sebuah novel..

“Saya tidak akan memberatkan langkah saya dengan asumsi-asumsi dan tuntutan-tuntutan kalian. Saya melangkah bukan tanpa pertimbangan, bukan tanpa pengorbanan. Mengapa kalian seolah-olah lebih tahu apa yang terbaik buat saya?” Trey menatap perempuan yang duduk di depannya.
“Tapi kami melakukan semua ini karena kami menyayangi kamu, Rey. Karena kami perduli sama kamu!” ujar perempuan berambut sebahu itu dengan mata berkaca.
“Dan saya tidak suka cara kalian menyayangi saya!”

Advertisements

24 thoughts on “dari sebuah novel..

  1. Akhirnya bisa mencorat-coret diawal sebuah novel ini ya. Salam saya, maaf lama tidak berjumpa dan tidak berkunjung dirumah tersayang mba yessi. Nampaknya makin ceria ajah ini…:-) still loving you 🙂

  2. tidak selalu cara mencintai kepada seseorang bisa diterima..
    tapi kalo cara mencintainya datang dari hati yang tulus.. mungkin bisa berbeda penerimaannya..

  3. aq pikir terkadang kita seolah-olah tau cara baik menyayangi orang tapi terkadang itu bukanlah cara menyayangi yang benar,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s