Embrio Novel

Aku lelah mencintaimu

Aku lelah mencintaimu.

Menunggumu, seperti hujan yang tak kunjung reda, kutunggu dalam gigil karena dingin yang mendekapku erat.

Pun ketika kabut mulai beranjak, menghilang bersama remang senja yang perlahan datang bersama sunyi di antara derai hujan

Beranjak perlahan menuju malam yang gelap, dan sepi…

Di antara sunyi, mendengar suara hujan yang membasahi kaca jendela, meninggalkan butir-butir bening seperti airmata

Ah, kau tak pernah tahu rasanya rindu

passiveaggressiveresistance.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

Apakah kau akan perduli, jika aku pergi?

Advertisements

One thought on “Aku lelah mencintaimu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s