Naik Kereta di Belanda

IMG_20190210_184359_945.jpg

Kalau di sini mah enak ya, mau kemana-mana tinggal klik klik klik, si abang gocar langsung telpon “alamatnya sesuai aplikasi ya, mba?” trus nggak berapa lama dia udah nongol dan siyap mengantar kita ke tujuan. Kalau di Belanda, bisa sih telpon taksi, tapi harganya mehong, bok. Waktu di Amersfoort aja ya, saya naik taksi karena barang bawaan banyak banget. Tarifnya tuh EUR3/km, bayangin kalau misalnya bayar taksi Salatiga – Semarang tarifnya segitu, bisa buat bayar satu kali cicilan mobil kan? Hahaha..

That’s why itulah kenapa, untuk transportasi antar kota, kereta adalah pilihan terbaik dan terpraktis. Saya nggak akan cerita tentang bagaimana caranya naik kereta, beli tiket dan segala macamnya ya. Cuma mau sharing pengalaman aja.

Jadi setelah seminggu lamanya di Belanda, tibalah saatnya saya harus menggunakan kereta karena saya harus pergi ke sebuah kota. Selama seminggu sebelumnya saya sama sekali belum pernah menggunakan kereta. Untuk jarak di 1 – 3km saya jalan kaki. Untuk jarak jauh saya selalu diantar jemput teman saya. Dan di hari itu, dia tidak bisa menemani saya maka berangkatlah saya sendirian ke stasiun kereta. Sebelumnya tentu saja saya sudah baca-baca petunjuknya di website nya NS. Sekalian ngecek jadwal kereta dan harga tiketnya.

Dengan perjalanan dua setengah jam harga tiket sekitar 400rb an (kalau diconvert ke Rupiah). Lumayan mahal ya. Ini sekali jalan, belum pulangnya. Kalau pulang pergi berarti EUR53. Makanya petugasnya menawarkan saya beli tiket Off-peak Holland Travel Ticket yang harganya EUR39 dan bisa digunakan sepuasnya kemana aja selama satu hari. Tapi tiket ini bebas digunakan hanya di Sabtu Minggu ya. Dan selain untuk kereta bisa juga digunakan untuk bus, tram dan metro.

train

Meskipun di stasiun banyak mesin penjual tiket, yang mana kita tinggal klik klik masukin duit trus tiketnya keluar, saya memilih untuk beli tiket di loket aja, sambil nanya-nanya sama petugasnya. Kalau mesin kan nggak bisa diajak bicara? Petugasnya ramah banget dan lancar berbahasa Inggris. Kita juga boleh nanya-nanya dulu, dia nanya kamu mau kemana? Waktu saya cerita tentang tujuan saya, dia nawarin Off-peak Holland Travel Ticket yang bisa dipakai sepuasnya sampai jam nol nol waktu hari itu. Akhirnya saya mengikuti sarannya.

Setelah membeli tiket masuklah ke area platform, ada keterangan kereta yang akan kita tumpangi akan berhenti di platform berapa. Sebelum masuk, kita harus nge-tap in tiketΒ  (check in) ke tempat yang sudah tersedia.

20190210_205642.jpg

Keretanya selalu tepat waktu, jadi kalau kereta kita nyambung-nyambung gitu kadang harus lari-larian biar ga harus nunggu kereta berikutnya. Dan jangan heran kalau banyak orang naik kereta sambil bawa sepeda ya. Seperti bapak ini πŸ™‚

20190210_185501.jpg

Interior keretanya seperti ini. Ini kelas ekonomi, ya. Ada lagi kelas di atasnya. Kursinya lebih empuk dan lebih besar. Di kereta boleh makan dan minum dan boleh berisik. Sayangnya waktu itu saya sendirian jadi nggak bisa berisik, ntar dikira wong edan pulak. Hahahaha….

20190210_193949.jpg

Pemandangan di sepanjang perjalanan di dominasi oleh hamparan ladang hijau dan peternakan sapi, juga sungai-sungai besar yang ada kapalnya. Goncangan kereta juga hampir nggak kerasa. Pokoknya nyaman deh.

Waktu tiba di stasiun transit kita harus benar-benar perhatiin, kereta lanjutannya ada di platform berapa. Gampang sih pasti ada info nya di layar yang ada di mana-mana di sekitar stasiun. Kalau udah nyampe stasiun tujuan jangan lupa nge-tap kartu lagi (check out) waktu keluar dari stasiun.

Intinya sih asal bisa baca aja pasti nggak bakal nyasar deh. Atau kalau kira-kira ragu mendingan langsung tanya petugas aja. Mereka pasti menjelaskan dengan detail. Menurut saya, walaupun itu kali pertama naik kereta di Belanda, sama sekali nggak ada kendala dan semua petunjuk yang tersedia cukup jelas. Ah, jadi kangen nih naik kereta dengan pemandangan ladang hijau dan kawanan sapi yang sedang merumput πŸ™‚

img_20180914_095345_033-e1542449929200.jpg

 

 

 

 

Advertisements

33 comments

  1. wah pengalaman menarik nih keluar negeri. Udaranya segar banget sih sepertinya, beda banget di sini dimana-mana macet dan udara juga sebentar banget yang bersihnya siang dikit udah kotor banget

  2. Aku ngakak yang bagian boleh berisik tapi nggak ada teman yang diajak berisik, mbak. Betewe berarti beda sama Jepang ya. Kalau di Jepan kan di kereta sepiii gitu, jarang ada (atau nggak boleh ya?) yang berisik.

  3. Wah wah wah ceritanya bikin mupeng banget. Saya punya angan-angan kepengen banget ke Belanda hahaha #giethroon. Seru ya ada tiket sepuasnya yg bisa dipakai di hari itu, bisa puas2in kalau saya mah hahaha

  4. Itulah mengapa kalau di luar negeri kebanyakan suka jalan kaki yah. Coba diterapkan di negara kita, pasti….didemo! Senangnya petugas udah lancar bahasa Inggris. Buat kita2 yg nol-putul bahasa Belanda, solusi banget tuh

  5. Lumayan mahal juga tiketnya ya, tapi memang ngga bisa dibandingkan dengan Indonesia juga sih karena perbedaan biaya dan fasilitas tentunya hehehe. Pengen deh suatu hari bisa jalan-jalan ke Negara Eropa, semoga bisa terwujud ya, kalo bisa sih sambil bawa anak-anak dan orang tua juga biar rame.

  6. Mahal ya Mbak 2,5 jam 400 ribuan rupiah. Hihihi. Tapi kok pemandangan rumput+sapi nya keliatan indahhh gitu ya. Apa karena belum terbiasa liat aja. Haha.
    Kapan yaaa bisa ke Belanda. Mupeng πŸ˜„

  7. Asli bikin mupeng ke Belanda. Penasaran naik kereta di sana. Tapi sepertinya butuh tour guide karena aku tak begitu fasih bahasa inggris. Hehe

  8. Asli bikin mupeng ke Belanda. Penasaran naik kereta di sana. Tapi sepertinya butuh tour guide karena tidak begitu fasih bahasa inggris. hehe

  9. Waktu di Belanda saya pengen banget nyobain naik kereta. Pengen lihat kota-kota Belanda yang dilewatinya. Kota-kota di sana cantik semua menurutku. Sayangnya waktu terlalu singkat di sana. Mudah-mudahan dikabulkan Allah suatu saat balik ke sana lagi πŸ™‚

  10. Seru banget perjalanannya, Belanda juga masih menjadi salah satu wish list untuk liburan bersama keluarga. Semoga ada rezeki untuk kesana, aku tandai dulu ah untuk referensi.

  11. Saya kalau jadi mbak, pelesir gtu, jg pilih beli tiket di loket, takut kalau pakai mesin gagal, malah bingung haha πŸ˜›
    Btw kalau salah turun kereta, kejauhan, bisa gak balik pakai kereta yang di jalur kebalikannya? Kyk naik krl gtu? hehe kepoh

  12. Waktu traveling ke Eropa sekeluarga, suamiku sudah pesan Eurail Pass dari Indonesia. Jadi sampai sana untuk antar kota enggak bayar lagi. Dah include.
    Jadi aku enggak punya pengalaman beli tiket KA langsung. Tapi untuk kereta dalam kotanya, baru beli day pass gitu…

  13. Duh kapan ya bisa naik kereta di Belanda bisa lihat pemandangan ladang sawah kayak gitu, btw itu sepeda bapaknya sepeda lipat kali ya mba? harga keretanya sama kek naik Executive dari Bandung ke Solo :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s