Embrio Novel

tapi kau lalu hilang ditelan kabut pagi

Aku tak akan lelah merinduimu, berharap bisa melihat senyum dan tatapan hangatmu di suatu pagi ketika hujan baru saja usai.

Meski seperti tak mungkin, hati dan pikiranku masih tetap bersama membiarkan kenangan tentangmu menghias dalam bingkai-bingkai harap yang kujaga tulus di lubuk terdalamku.

Kau adalah doa terindah yang masih tetap terlantun dalam senyapnya malam.  Impian terbesar yang kelak akan menjadi pencapaian termanis dalam sejarah hidup.

Kau adalah bintang  yang selalu bersinar dalam gelap malamku, cahaya yang menyelusup masuk menerangi ruang-ruang gelap hati. Dan hangat yang menyelimuti dinginnya

Aku tak akan lelah merinduimu, berharap bisa melihat senyum dan tatapan hangatmu di suatu pagi ketika hujan baru saja usai. Tapi hujan tak pernah lagi hadir di pagi hari, hanya ada kabut tipis bersama dingin yang menusuk hati.

goodwp.com-17974
Aku melihat senyum dan tatapan hangatmu di suatu pagi ketika  hujan tak pernah hadir,  tapi kau lalu hilang ditelan kabut pagi.

Advertisements

3 thoughts on “tapi kau lalu hilang ditelan kabut pagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s