Embrio Novel

Sendiri

Kita pernah sepakat, bahwa sendiri bukan berarti seorang diri. Katamu bisa saja di tengah keramaian kita tidak merasakan kehadiran, bisa saja riuh dan bising tak terdengar. Bisa saja kita terkurung dalam perasaan kita sendiri. Bisa saja semua yang terjadi di luar diri kita adalah sesuatu yang ternyata tidak kita sadari keberadaannya.
Kemudian setelah berdebat akhirnya kita bersama merumuskan bahwa sendiri adalah sunyi. Sunyi adalah sendiri, sendiri adalah sunyi. Sunyi yang kemudian masih kita definisikan secara detail dan rinci.
Bukan sunyi yang tercipta karena suara-suara yang hilang ditelan lengang, bukan sunyi yang terasa karena hanya ada desau angin yang terdengar atau dentingan piano di tengah malam yang senyap.
Sunyi yang kita definisikan adalah kosong, hampa. Sunyi adalah hampa. Sunyi adalah ketika hati tak bisa lagi mendefinisikan rasa. Ketika hanya dengung-dengung menyesakkan yang memenuhi hati dan kepala.

alone,girls,love,sad,zoom,girl-0c43f5dca3dca7b7a485fbeb54af45cd_h

Lalu,
Membiarkanmu pergi adalah sebuah kegagalan yang masih saja kusesali.
Aku tak pernah bisa mencegah, bukan tak bisa..tepatnya aku tidak punya apapun yang kurasa bisa menahan langkahmu
Dan membiarkanmu terjerat dalam sendirimu adalah kebodohan panjang yang masih belum bisa kuakhiri

Kau bilang kau sendiri
Dan aku hanya bisa pura-pura tak mengerti

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s