LaporanKhusus

Sudah Sehatkah Keuangan Anda?

Udah terima gaji kan? Jadi gimana gajian bulan ini? Kurang ya? Trus sesuatuh yang udah diidam-idamkan dari semenjak sembilanbelasduabelas ituh belum kebeli ya? Oh..gajinya langsung habis buat bayar tagihan ini itu? Atau udah di auto debet sama bang anu untuk cicilan anu? Ohh..gajinya numpang lewat doang? Kasian ya….*digamparmassa* πŸ˜›

Ehm…siapa sih yang nggak punya utang? Yakin benar-benar nggak punya utang? Itu mobil yang digarasi bukannya baru lima kali cicilan, ituh gadget yang sebenarnya jarang dipake juga sih bukannya masih kurang lima kali cicilan lagi? Trus yang itu..yang anu……*hentikaaaaaannnn!!!* πŸ˜€

Jadi ya, seminggu yang lalu HR kantor daku yang baik hati dan tauuu aja masalah karyawan-karyawannya ituh mengundang Ligwina Hananto dan kroni-kroninya untuk mengadakan seminar perencanaan keuangan. Adapun tema dari seminar tersebut adalah “Sudah Sehatkah Keuangan Anda”. Sehat buk, pak?

news

Seminar yang diadakan di Biztro Salatiga ituh dimulai jam sembilan pagi. Tadinya sih daku mau nggak datang aja. Soalnya udah tau banget, masalah keuangan daku adalah kurangnya penghasilan..ehhh..(semoga bos daku dan HR daku membaca dan segera tergerak hatinya untuk menaikkan gaji daku 100%) πŸ˜› Hahahahha…no lah. Sebenarnya kebanyakan kita tuh salahnya di cara mengatur keuangannya ya. Jadi mau berapa aja penghasilan lo, kalau nggak bisa ngatur ya tetep aja ujung-ujungnya terjadi utang dan atau kehabisan amunisi sebelum gajian datang. Mudah-mudahan kita terhindar dari golongan seperti ituh ya. Makanya syukuri apa yang ada, gaji adalah anugerah.. πŸ™‚

Trus gimana caranya, cyin biar keuangan kita sehat dan nggak sakit-sakitan apalagi sekarat. First of all..kata teh Ligwina, hiduplah di level kamu yang sebenarnya. Jadi ya, kalau gaji lo cuma tiga jutak, nggak usah belagu bergaya gaji orang yang gajinya sepuluh jutah. Apa adanya gitulah ya intinya. Trus kalau mau beli sesuatuh ituh dipikir dulu, itu kebutuhan atau keinginan? Kalau kebutuhan ya kudu dibeli kali ya, cyin…kalo keinginan mah gak ada habis-habisnyah. Daku aja pengen ke Maastricht belum kesampean nih. Nah lho..kok malah curhat, Yes? πŸ˜›

Trus….hati-hati sama kartu kredit, cyin. Iya sih daku harus mengakui, punya kartu kredit ituh harus kuat iman. Kalau tidak, hmm..pasti tergoda deh dengan cumbu rayunya πŸ˜› . Kata teh Ligwina, boleh sih pakai kartu kredit. Tapi kita harus bijak dalam menggunakannya. Sana coba digoogling ya bagaimana cara bijak menggunakan kartu kredit *dijorokinkesamudrahindia* πŸ˜› Jadi ya kalau kita terpaksa harus pakai kartu kredit, diusahakan masa pakai barang atau jasa yang kita beli tidak lebih singkat dari pembayaran yang kita lakukan. Contohnya : makan di restoran mahal bayar pakai kartu kredit. Trus bayarnya nyicil sampai enam bulan karena tiap kali bayar pasti bayarnya jumlah pembayaran minimum. Nah ini yang paling nista nih. Makan cuma sejam bayarnya enam bulan. Duh..ada yang kesindir ya? Ya maaph πŸ˜›

Oh..jadi nggak boleh ngutang nih ceritanya? Eh tenang dulu, jangan berang gitu dong. Boleh ngutang asal ngutangnya menghadirkan aset dalam neraca keuangan kita. Contohnya ya..utang KPR, utang kendaraan. Nah kalo ini boleh. Utang beli aipun juga boleh dong ya? Ishhhh..aipun itu nggak termasuk aset lho, cyin. Iya, segala macem gadget itu nggak termasuk aset lho. Makanya nggak usah beli gadget mahal-mahal deh kalau harus ngutang.

Kalau keuangan kita sudah sehat, kita bisa dong ya mikirin keuangan kita dimasa depan. Kalau yang sekarang aja masih kembang kempis gimana mikirin rencana keuangan kita di masa depan? Nyekolahin anak, ini itu, itu ini..belum lagi mikirin masa pensiun. Nah karena itulah kita harus menyehatkan keuangan kita. Biar gampang ngaturnya, setiap pos-pos pengeluaran tuh dicatat, jadi kita tahu dan sadar uang kita dipakai buat apa aja. Sebisa mungkin tiap bulan kita punya tabungan rutin. Kalau masih ada sisa bisalah mulai investasi misalnya investasi logam mulia, reksadana dan lain sebagainyah.

Oh..saya sudah punya asuransi sekaligus investasi kok, tiap bulan setor sekian sekian. Hmm..hati-hati dengan asuransi yang berbau investasi ya, cyin. Asuransi sih kudu ya, apalagi untuk pencari nafkah atau tulang punggung keluarga. Asuransi jiwa itu penting banget. Bijaklah dalam memilih asuransi.

Jadi gimanah? Sudah sehatkah keuangan anda? Itu handphone keren nan mahal nyah berapa kali bayar lagi? πŸ˜›

Kalau mau cek kesehatan keuangan bisa check up disini lho πŸ™‚

Advertisements

3 thoughts on “Sudah Sehatkah Keuangan Anda?

  1. Sayang banget aku engga ikutan seminarnya…hiks. Kayanya seminar kaya gini kudu diadain tiap tahun, sekalian mengingatkan kita terutama ibu2 yg doyan onlen syoping πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s