Mom's Story

Lagi-lagi Tentang ASI

Kerasa nggak sih kalau kondisi di dunia persusuan (ini sesuai EYD ga ya? πŸ™‚ ) kini sudah sangat jauh berubah dengan kondisi di jaman dulu kala? Kalau dulu banyak orang dengan bangga mengakui bahwa bayinya minum susu formula termahal. Β Tapi jaman sekarang, banyak orang yang sedih karena nggak bisa memberikan full ASI pada bayinya.

Ibu-ibu yang mengupload poto bayi dengan botol susu seringkali mendapat komentar “anaknya kok nggak dikasi ASI, sih?”. Iya, komentar itu berasal dari orang yang tidak dikenal. Dan orang yang nggak tau cairan di botol susu itu adalah susu formula atau ASIP. Emang, jadi komentar itu menyenangkan sekali ya. Nggak perlu tahu kondisi sebenarnya dan apalagi latar belakang masalahnya. Pokoknya komen aja!Β 

Menurut saya, tidak semua orang beruntung bisa memberikan full ASI kepada bayinya. Mungkin ada beberapa faktor dan kondisi yang mengharuskan untuk menambah susu formula atau tidak memberi ASI sama sekali. Tapi ada juga sih yang tetap memberi susu formula karena kurangnya informasi dan pemahaman tentang pentingnya ASI. Ada juga yang karena udah ketemu susu formula ya udahlah daripada repot mending kasi sufor aja. Dan kamu nggak tahu kan ibu-ibu yang kamu judge “anaknya kok nggak dikasi ASI sih?” itu alasannya yang mana?

Saya sendiri adalah pejuang ASI yang gagal karena banyak hal. Bayi saya hanya mengecap full ASI sampai usia hampir satu tahun. Ehm…sebenarnya di usia 9hari juga udah ‘kena’ sufor sih. Karena kondisi yang mengharuskan. Tapi cuma dua atau tiga hari dan masih selang seling sama ASI. Setelah supply ASI saya kembali normal, si bayi bisa full ASI kembali sampai usia hampir setahun.

Agak susah ya, cyin bisa full ASI buat emak-emak pekerja gini. Saya aja dulu tebelin muka biar bisa tetap pumping sehari dua kali. Tapi napsu minum bayi saya yang maha dasyat itu akhirnya nggak bisa saya tandingi. Udah MPASI bukannya berkurang malah bertambah banyak kebutuhan ASI. Dohhh….Dan menyerahlah saya di usia bayi yang hampir satu tahun. Langsung ketemu sufor yang cocok pula. Awalnya masih fifty-fifty ASI : Sufor. Tapi lama-lama kok nggak enak juga ya curi waktu buat pumping terus. Si bayi udah mau 2 tahun kok si ibu ini masih pumping aja sih? (perasaan gue aja…). Lalu berakhirlah masa ASI ituh. Maapken emakmu yang kurang berjuang ini ya, nak.

Jadi pejuang ASI itu emang harus keras kepala, nggak gampang menyerah dan konsisten. Juga, nggak perlu nyinyiri ibu-ibu lain yang nggak bisa kasi ASI ke bayinya. *ditabokmassa*. Iya,iya tau..maksudnya baik kan…cuma saling mengingatkan kan?

Kemudian daripada itu, belajar dari kegagalan saya. Saya ingin berbagi tips agar sukses FULL ASI kepada bumil-bumil dan calon bumil sekalian.

  1. Jadi ya, ternyata ASI itu nggak langsung keluar dan lantjar djaya begitu melahirkan. Ada baiknya melakukan persiapan dengan massage dan memakan sayuran seperti sayur katuk dan sayur adas seminggu sebelum HPL ( katuk apa? adas apa? google gih…)
  2. IMD itu wajib! Dan walaupun ternyata ASI belum keluar, tetap susui si bayi dua jam sekali. Karena itu akan merangsang produksi ASI.
  3. Kalau anda ibu bekerja, do pumping setelah menyusui. Ini untuk menyiapkan stok ketika bayi sudah ditinggal bekerja nanti.
  4. Bila perlu mengkonsumsi booster ASI. Jenisnya banyak…googleΒ gih
  5. Banyak sedikitnya ASI adalah masalah demand and supply. Semakin banyak dikeluarkan, maka produksinya akan semakin melimpah.
  6. Bahagialah. Karena kalau stress si ASI nggak akan keluar. Entahlah, tapi benar lho.
  7. Makanan dan minuman bergizi dan cukup istirahat.

Itu aja kayanya tips dari saya. Mungkin emak-emak lain bisa menambahkan berdasarkan pengalamannya masing-masing πŸ™‚

Advertisements

10 thoughts on “Lagi-lagi Tentang ASI

  1. Gw setuju bgt ketika stress si ASI gak keluar..
    krn gw ngalamin pas masuk kerja lg ASInya lama2 gak keluar lg..
    jd punya anak jg cuma dikasi ASI sampe 6 hampir 7bln mbak, hikss.

  2. Sesama ibu pekerja emang kadang ga enakan ya mak bolak balik pumping xixixi. Kalo aku sih cuek aja tp tetep ga terkejar. Mungkin kurang usaha?. Entahlah mak kurang usaha gimana lagi yah? Hehehe

    1. Iya.sbnrnya mgkn orang kantor maklum ya, tapi tetep aja ga enak. Yang penting udah usaha, mak…agar tak menyesal di kemudian hari. Kadang iri sih sama anak yang ga kena sufor sama sekali. Tapi bersyukur ajalah bisa ngASI sampe setahun lebih 😊

  3. Aku baru berhasil 16 bulan sekarang. Stok asip menipis. Aku perlu semangat dari siapaun buat belom dulu ngasih suforrr. Aaaahhhh. Galau yaaa. πŸ˜†

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s