travelling

4 Alasan Kenapa Emak-Emak (Masih) Boleh Travelling Sendirian

Yes, pendapat bahwa emak-emak nggak boleh atau nggak bisa travelling sendirian itu banyak lho. Dan sebagai orang yang sangat menghargai pendapat orang lain, dengan ini saya katakan bahwa postingan ini bukan dalam rangka menolak pendapat tersebut. Hanya untuk berbagi dan mencoba memberi pandangan lain.

Jadi kalaupun ada yang berpendapat ‘tega banget sih travelling dan senang-senang sendirian tanpa suamik dan anak. kasian anaknya. kalau saya sih nggak akan tega ninggalin anak untuk senang-senang sendirian. pasti keinget anak terus’…ya sumonggo, mbokde! tiap orang punya perasaan dan pendapat beda-beda. Jadi mbokde juga harus menghargai mbok-mbok yang travelling sendirian.

how-to-give-back-to-the-community-when-traveling-abroad

Sebagai mbok-mbok yang pernah melakukan travelling sendirian, lebih tepatnya tanpa keluarga. Saya punya 4 alasan yang membuat saya tegel alias tega meninggalkan si boy bersama the bojo. Yaitu adalah :

Urusan Pekerjaan

Ya namanya juga urusan pekerjaan yekan, harus profesional. Kalau diharuskan untuk travelling ke luar kota atau ke luar negeri, ya harus berangkat sendiri. Tapi kan bisa ajak anak sekalian. Lah trus nanti pas kerja anaknya sama siapa? Bawa seseorang untuk menemani si anak. Malamnya kan bisa kumpul dengan mommy nya lagi. Mau banget, tapi mbokde mau mbayarin tiketnya pulang pergi? πŸ˜€

Ada Budget atau Dana Yang Tidak Mengganggu Perekonomian Negara

Nah ini. Ini sangat penting. Ada emak-emak yang rela menyisihkan sedikit demi sedikit lama-lama jadi jutaan untuk bisa travelling bersama konco-konconya. Atau yang mencari sumber pendapatan halal lain untuk bisa travelling. Dan ketika dana sudah terkumpul, rasanya wajar kalau si emak travelling sendirian ya. Duh, kan sayang uangnya. Mending di tabung untuk keperluan yang lain kan? Tapi ini sudah diniatkan untuk travelling. Eh, kenapa nggak ajak keluarga sekalian? Namanya juga janjian sama teman-teman. Kalau bawa keluarga udah beda ceritanya. Perlu diingat ya. Bahwa nyonya X bukanlah hanya istri si anu dan ibu si anu. Tapi nyonya X juga sahabat si anu. Dan salah satu hal penting dalam keharmonisan rumah tangga adalah : keseimbangan. Percayalah, keseimbangan itu penting.

Ada Pejabat Sementara Yang Kompeten dan Bertanggungjawab Mengurus Anak dan Rumah

Jangan pikir urusan pra-travelling emak-emak itu hanya sekitaran packing dan apa aja yang harus dibawa ya. Persediaan makanan di rumah selama periode ditinggal emak juga harus dipersiapkan. Juga urusan pakaian anak dan the bojo. Halah, kan bisa tinggal ambil di lemari aja. Percayalah, nggak semudah itu. Simbok juga harus mentraining si pejabat sementara dan memastikan dia bisa menghadapi hal-hal yang mungkin di luar perkiraaan. Untuk yang punya balita, segala minyak angin, obat penurun panas, obat gatal harus sudah dicepakkan. Siapa tahu dibutuhkan. Juga list jangan ini jangan itu kalau begini begitu kalau begini begitu yang menyangkut anak.

Dapat Approval (dan sangu) dari Suamik

Nggak perlu dijelasinlah, ya. Kalau travelling tanpa approval dari suamik, kelar hidup lo. Hahahaha….

Udah, empat itu aja sih alasan utama versi @yessigreena πŸ™‚

Kalau mbokde piye? Masih pernah travelling tanpa keluarga?

.

sangu : uang saku

picture from here

 

 

 

 

 

 

Advertisements

10 thoughts on “4 Alasan Kenapa Emak-Emak (Masih) Boleh Travelling Sendirian

  1. Setelah menikah selalu jalan bareng suami sih..tp ini kayaknya kepengan jalan-jalan sama teman ke Iceland kalau jadi..suami udah kasih ijin..tapi kasihan juga sebenarnya πŸ˜€ nggak tega biarin dia sendiri…

  2. justru aku kalau mau jalan2 bukan sama suami hrs sama orang2 yang satu visi dg aku. pernah aku diwajibkan ikut piknik dg ibu2 darma wanita rasanya tersiksa karena ibu2nya gak satu pandangan dg aku, beda loh kalau aku pergi dg sesama blogger, tuh asyik, atau sama angota komunitas yang kita sama2 suka

  3. sm kyak mbk nielsen, abis nikah, kemana2 sama suamik, habs melahirkan, kmna2 sm suamik juga bocah, dan smpai skrg blm kepikiran travelling sendrian atw bareng tmn, mgkin klok poin 1,2, 3 sdh ada, baru berani deh travelling sednirian, so daku setujuuu dg poin2 yg disebutin di atas, : )

  4. pernaaah duuunk :D.. secara aku tergila2 traveling, dan jujur aja ga gitu suka traveling ama anak, krn jd repot.. Paling seneng ama suami sbnrnya, tapiii suami tipe yg ga tega ninggalin anak.. makanya kalo suami maksa hrs bawa anak, smntara saat itu aku ga pengn bawa anak, ya udh aku minta izin pergi sendiri ato ama temen minimal… pernah tuh dulu aku bener2 butuh traveling mbak, dan suami ga mau ikut kalo g ada anak,.. akhirnya aku pergi ama temen kurleb semingguan kliling thailand.. dan kemudian janjian ketemu ama suami dan anak di brunei ;p..seru tuh.. jd stidaknya aku udh happy krn sempet traveling sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s