travelling

Dejavu?

Apa itu Dejavu? Sudah pernah merasakan Dejavu? Mengutip dari wikipedia, dejavu adalah adalah fenomena merasakan sensasi kuat bahwa suatu peristiwa atau pengalaman yang saat ini sedang dialami sudah pernah dialami di masa lalu. Déjà vu adalah suatu perasaan telah mengetahui dan déjà vécu (perasaan “pernah hidup melalui” sesuatu) adalah sebuah perasaan mengingat kembali. 

Saya sebenarnya tidak sering merasakan dejavu. Tapi ada hal menarik tentang perasaan ini. Dan awalnya saya sudah memutuskan untuk tidak menceritakan hal ini di blog. Tapi, kayanya seru juga ya? Dan siapa tahu ada yang merasakan hal yang sama dengan saya.

Jadi akhir April yang lalu, saya dan keluarga liburan ke Bali. Di hari pertama ketika kami tiba di bandara, tiba di hotel, jalan-jalan ke Kuta dan Legian, saya tidak merasakan perasaan itu. Tapi ketika keesokan harinya dalam perjalan ke Uluwatu, perasaan itu mulai muncul. Beberapa tempat yang kami lewati…..iya saya merasakan bahwa saya seperti sudah pernah melewati dan bahkan ada di tempat itu. Tadinya saya berpikir bahwa mungkin itu hanya perasaan saya saja. Tapi keesokan harinya dalam perjalanan menuju Tanah Lot, perasaan itu kembali hadir.

Itu adalah kunjungan pertama saya ke Bali dan terus terang, Bali tidak ada dalam wish list saya. Jadi saya belum pernah membayang-bayangkan tentang Bali.

Ini bukan kali pertama saya merasakan dejavu di kota yang saya kunjungi. Tiga tahun yang lalu ketika mengunjungi Beijing, tepatnya Forbidden City, saya juga merasakan hal yang sama. Di Forbidden City malah perasaannya lebih kuat. Di tempat ini, saya merasakan perasaan yang sulit dijelaskan. Waktu itu saya merasa seperti kembali ke masa lalu. Dan saya (seperti) merasa sudah pernah berada di tempat ini.

forbiddencity9

Dan ada sedikit perasaan yang…umm…mungkin bisa dikategorikan sedih.

forbiddencity8

Berbeda dengan perasaan dejavu di Bali yang dengan mudah saya lupakan, dejavu di Forbidden City terus menghantui saya bahkan ketika saya sudah kembali ke tanah air. Dan lagi, Beijing tidak ada di wish list saya. Dan menyempatkan ke Forbidden City juga di sela-sela business trip yang kebetulan melewati weekend. Dan mengunjungi Forbidden City juga bukan permintaan saya, tapi atas ajakan rekan saya. Jadi teori seorang sahabat saya yang mengatakan, “mungkin lo udah sering bayangin jalan-jalan ke Forbidden City, jadi waktu lo ke sana jadi kaya udah pernah ke sana” sepertinya tidak pas dengan kondisi saya.

Kamu pernah merasa dejavu di kota yang sedang kamu kunjungi?

Advertisements

2 thoughts on “Dejavu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s