Fiksi

Sepuluh Tahun Kemudian…

…….

Kau benar, waktu akan menyembuhkan semua luka. Ia juga akan pelan-pelan merapikan serpihan-serpihan kenangan yang memenuhi pikiran. Menyimpannya dalam kotak-kotak dengan sangat rapi, ditutup rapat hingga aku akan berpikir dua kali untuk membukanya. Continue reading “Sepuluh Tahun Kemudian…”

Advertisements
Fiksi

Hujan di Manhattan

…..

Aku masih kerap mampir di coffee shop kecil yang ada di ujung jalan itu, tempat kita biasa menghabiskan sore sambil menunggu hujan yang sebenarnya kita tahu tidak akan reda hingga malam.

Ditemani secangkir hot green tea latte kesukaanmu dan kopi panas pesananku yang seringkali tak tersentuh hingga dingin karena aku terlalu serius ah…lebih tepatnya gembira mendengarkan dan menanggapi setiap kata yang terucap dari bibirmu. Setiap detik seakan sangat berharga, dan seolah aku tak ingin melewatkan sedetikpun hanya untuk menyesap kopi yang ada di depanku.

Kita berbicara tentang banyak hal-hal remeh. Tentang hujan yang mulai sering turun di bulan April, atau tentang film yang baru saja kautonton. Kadang kita juga membahas tentang gosip-gosip yang sedang marak dibicarakan di tanah air. Continue reading “Hujan di Manhattan”