Novel

Di Bawah Pohon Beringin (another chapter)

CAN’T STOP LOVING YOU

Tengah malam sunyi,
Kenapa aku belum bisa beranjak dari rasa ini?
Kenapa aku belum bisa membuang semuanya lalu melupakannya?
Dan pergi jauh..jauh sekali.
Kenapa di hati ini masih ada sedikit harap. Padahal kutau
semuanya sudah tidak mungkin.
Entah terbuat dari apa cinta ini? Sudah kucabik-cabik berkali-kali
tapi dia tetap bernyawa. Kukira sudah pergi menjauh, tapi ternyata masih
melekat di sudut hatiku.
Tengah malam sunyi,
Langit malam cerah. Hujan senja tadi telah menghapus mendung
yang sejak pagi menggantung di langit. Mendung telah pergi, berganti
bintang-bintang yang berkelap-kelip.
Kupandangi hamparan bintang yang menghiasi langit. Udara dingin
menyapa wajahku. Dinginnya langsung merayapi sekujur tubuh, melesat
ke hati hingga sunyi semakin nyata dan terasa mengigit.
Aku pernah memandangi hamparan bintang bersamanya. Duduk di
sampingnya ditemani angin laut yang bertiup perlahan. Hangat lengannya
yang tak sengaja menempel di lenganku waktu itu sampai saat ini masih
bisa aku rasakan.

Di Bawah Pohon Beringin – by Yessi Greena Winda Purba
77
Taukah dia? Sejak saat itu, langit malam selalu mengingatkanku
padanya?
Aku tak bisa, aku tak bisa mengusir bayangan itu setiap kali aku
berhadapan dengan langit malam. Semua kenanganpun akan terus
berputar, terulang kembali dalam angan. Semuanya indah, bahkan terlalu
indah untuk dilupakan. Namun menyiksa, menyiksa jika terus dikenang.
Tapi sampai kapan aku harus menyiksa diriku dengan kenangan?
Sampai kapan aku dibelunggu kesepian ini? Sampai kapan aku
bersembunyi dengan perasaan cinta ini?
Kamu kan sudah mengirimkan puisi itu? Bagus! Artinya dia sudah tau apa
yang kamu rasakan.
Tapi tak seharusnya aku mengirimkan puisi itu. Itu tidak pantas aku
lakukan. Itu kebodohan!! Aku tak berpikir dua kali ketika hendak
mengirimnya.
Tidak! Itu bukan kebodohan. Yang terpenting adalah dia tau perasaanmu.
Itu saja kan?
Tapi…tapi..belum tentu dia tau itu dari aku. Dia juga pasti nggak akan
menyangka.
Di Bawah Pohon Beringin – by Yessi Greena Winda Purba
78
Itu tidak penting, yang terpenting adalah dia sudah tau kalo kamu
mencintainya.
Tapi dia kan dia tidak tau puisi itu dari aku?
Yang penting dia tau perasaanmu.
Tapi bagaimana kalau istrinya mengetahuinya. Bisa saja itu akan merusak
semuanya.
Tidak akan!!
Tapi….
Tapi apa lagi?
Tapi..perasaanku belum berubah. Pengakuan itu tidak merubah apa-apa.
Tolong!! Tolong kamu jangan menyiksa diri kamu sendiri. Lakukan
sesuatu agar kamu bisa melupakan dia. Atau..lakukan sesuatu agar kamu
bisa mendapatkan cintanya.
Di Bawah Pohon Beringin – by Yessi Greena Winda Purba
79
Hah? Mendapatkan cintanya? Bukankah itu akan merusak kebahagiaan
mereka? Dan akan melukai hati istrinya?
Apakah kamu lebih mementingkan kebahagiaan orang lain daripada
kebahagiaan kamu?
Tapi……
Kalau kamu nekad, Doni pasti mau!!
Tapi….
Jadi kekasih gelap mungkin?
Tapi…
Atau jadi istri kedua?
Tapi….
Kurasa istrinya mau berbagi…
Tapi aku…
Di Bawah Pohon Beringin – by Yessi Greena Winda Purba
80
Daripada kamu gila atau mati karena cinta?
Lalu hening….
Angin bertiup kencang….
Kerlip bintang memudar
Tiba-tiba hujan….
Di Bawah Pohon Beringin – by Yessi Greena Winda Purba

Advertisements

2 thoughts on “Di Bawah Pohon Beringin (another chapter)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s