Bangkok · travelling

Sendirian di Bangkok (Part 1)

Jadi selepas menunaikan tugas negara bersama ibu direktur tercintah, kamipun berpisah di hotel Grand Mercure Fortune Hotel. Karena tugas negara sudah selesai maka saya pindah ke hotel yang mana daripada adalah atas biaya saya sendiri. Perlu digaris bawahi bahwa segala biaya yang terjadi di hari setelah tugas negara akan menjadi tanggung jawab pribadi ya. (duh…penting banget ya, Yes dijelasin…hahahahha).

Kamis pagi saya check out dari Grand Mercure Fortune Hotel dan pindah ke So Sofitel. Tadinya udah niatin mau bangun pagi banget trus check out trus titip luggage di lobby trus ke Grand Palace. Iya, sebelum berangkat kemarin daku memang sudah meniatkan diri untuk menyempatkan diri berkunjung ke Grand Palace Bangkok yang sering banget liat di Instagram kok kayaknya bagus banget yak?

Terwujudkah bangun pagi hari? Tentu saja tidak. Saya baru bangun jam tujuh lewat banyak, trus mandi trus sarapan. Abis sarapan naik lagi ke kamar ambil koper dan tas dan lalu check out. Direncanakan jam delapan pagi saya akan berangkat ke Grand Palace, tapi kenyataannya baru jam sembilan lewat banyak baru berangkat.

Trus gimana caranya biar nyampe di Grand Palace? Naik taksi? Hmm…jam segitu adalah jam macet yang sedang kampret-kampretnya. Maka dari itu saya memutuskan untuk naik MRT sahaja. Phra Rama 9 MRT Station cuma selemparan kolor dari GMFH. Dan karena kemarin saya udah beli MRT 3 day pass, maka saya putuskan untuk naik MRT dulu. Menurut Google Map, Grand Palace dapat ditempuh dengan MRT dan diteruskan dengan bus. Dari Phra Rama 9 naiklah MRT jurusan Hua Lamphong dan turunlah di Hua Lamphong Station. Dari Hua Lamphong bisa naik bis no 25. Nantik bisnya berhenti tepat di depan pintu masuk Grand Palace. Oke, jalan!

Nyampe di Hua Lamphong Station agak bingung cari exit nomor berapa biar keluarnya di halte bus yang dilewati bis nomor dualimak. Coba pilih exit yang ke jalan raya. Trus nungguin bis dah disitu. Nggak ada halte, bo. Tapi ternyata nunggu di pinggir jalan gitu. Udah ikut aja. Ada bis nomor dualimak yang lewat eh tapi ternyata saya salah arah. Sama kondekturnya daku disuruh nunggu di sebarang sana. (tentu saja dengan bahasa isyarat..muahahahha). Jelalatan cari jembatan penyebrangan kok nggak ada ya. Zebra cross juga jauh banget dari tempatku berdiri. Mana fanas banget pulak. Mana sendirian pulak. Hih…rempong banget sih, Yes. Persetan deh pengalaman naik bis di Bangkok lo. I want taxi now!! Panas! Sisi princess dalam diri saya langsung berontak. Okelah. Naik taksi aja daripada ribet hidup lo.

Naik taksi dan dengan pede jaya langsung ngomong “Good morning, sir. I wanna go to GRAND PALACE!”. Lalu bapak setengah baya yang adalah supir taksi itu menatap saya dengan tatapan kosong. “GRAND PALACE! King! King! Temple!” Dan oh my God, tetap aja beliau nggak ngerti. Trus aku harus gimana, bang? Kemana harus kubawa cintaku yang tulus inih? Apakah selamanya cinta tak harus memiliki? (ngelantur dah….hahahaha…). Intinya si bapak nggak ngerti GRAND PALACE itu apa. He can not speak Englist at all. Bisanya cuma bahasa Thailand.

Dan mungkin karena sarapan tadi saya banyak makan sayur mentah dan buah, terpikirkanlah sebuah solusi di pagi hari yang fanas itu. Kebetulan ada seorang bapak muda dengan seragam (entahlah seragam apa)  berdiri tak jauh dari taksi yang akan saya tumpangi. “Hello, could you please help me? I wanna go to Grand Palace. Would you please tell him that i wanna go to Grand Palace”. Dan sayapun meminta tolong kepada bapak muda berseragam itu. Lalu dengan senyum tulusnya dia berbicara dengan bapak supir taksi dalam bahasa Thailand. Kamipun berangkat.

Dari Hua Lamphong ternyata nggak terlalu jauh. Bayar taksinya aja cuma THB70. Nggak macet juga. Nggak ada 15 menit an lah udah nyampe di pintu masuk Grand Palace. Agak bingung juga karena kata teman saya sebelum ke Grand Palace pake ngelewatin sungai gitu dan harus naik perahu. Entahlah, Maria. Yang penting udah nyampe depannya aja. Dan langsung masuk mengikuti orang-orang yang udah ramai mengantri masuk.

duh…kok panjang banget ya…bersambung aja deh ya… 😀

Nih…aku kasi poto-poto di Grand Palace dulu aja ya..nanti ceritanya dilanjutken lagi…

img_20160923_200837

img_20160922_205616

img_20160922_203748

Advertisements

3 thoughts on “Sendirian di Bangkok (Part 1)

  1. sumpahhhhh.. posisi lagi di kantor, ngantuk, nemu blog ini terus baca malah senyum senyum kecil gak jadi ngantuk, gaya bahasanya lucu banget hahahahaha

    mbaa mampir juga ke blog saya ya (klik di nickname)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s