Bangkok · travelling

Memilih Transportasi Umum di Bangkok

Mudah-mudahan belum bosan ya dengan postingan saya tentang Bangkok. Eh tapi ada lho yang protes karena bahas Bangkok mulu dan nggak pernah lagi posting fiksi menye-menye…Sabar ya, cyin…akan tiba saatnya eike menulis fiksi. Eike ngertik kok kalau situ ngefans banged sama fiski eike.. (kemudian digampar)…hahahhahaha 😀

Jadi kan kemarin kita udah ngebahas tentang naik taksi di Bangkok ya. Dan diriku berjanji akan menceritakan tentang pengalaman naik MRT dan BTS Sky Train juga kan. Iya kan? Buat yang udah sering jalan-jalan ke Singapore pasti udah familiar banget ya sama MRT. Sistemnya di Bangkok sama persis kok. Dan malahan kalau kita sedang ada di platform rasanya kaya di Singapore. Cuma bedanya di Bangkok ada tulisan Thai di petunjuk-petunjuk arahnya.

820

Kalau belum pernah punya pengalaman gimana, Yes? Kalau menurut saya sih ya, yang penting bisa baca aja dijamin nggak bakal nyasar. Iya, cuma modal bisa baca aja dipastikan kakak-kakak akan tiba di tempat tujuan. Petunjuk-petunjuk arahnya sungguh sangat jelas sekali kok. Tapi kalau masih bingung bisa tanya sama orang-orang. Kalau saya sih membiasakan diri untuk cari jalan keluar sendiri. Semacam trial untuk ngetes kemampuan. Hahahahha… 😀

Jadi kalau mau naik MRT, sebelum naik kita harus tentukan dulu mau turun di stasiun mana, karena harga tiket akan tergantung pada tujuan. Kalau misalnya di tengah jalan kakak berubah pikiran dan jadinya pengen turun di stasiun berikutnya (jadi misalnya harusnya melewati satu stasiun tapi berubah jadi dua atau tiga stasiun), waktu turun dari MRT kakak harus ke loket dulu untuk bayar kekurangan pembayaran dua stasiun yang kakak lewati. Kalau nggak bayar,  di pintu keluar pintunya nggak akan mau kebuka waktu kita masukin coin tiketnya.

Tiket bisa dibeli di mesin tiket atau di loket. Tapi di jam-jam tertentu biasanya loket tiketnya ngantri. Kalau males ngantri beli aja di mesin tiket. Kalau males rempong..ya..yang sabar ya 🙂  Kalau saya sih ya daripada repot tiap kali mau kemana harus beli tiket dulu, mending beli tiket 1 Day Pass sekalian, atau 2 or 3 Day Pass sekalian deh. Jadi nggak perlu ngantri lagi untuk beli tiket. Kemarin saya beli 3 Day Pass harganya THB230. Nggak ada deposit dan nggak boleh refund. Jadi nantik kartunya bisa kakak bawa pulang sebagai kenang-kenangan atau koleksi.

Kalau BTS gimana? Sama aja sih sebenarnya. Bedanya cuma MRT ada di subway, BTS ada di atas. Tapi tiketnya beda ya. Jadi kalau kita udah beli 1 Day Pass nya MRT, itu nggak bisa dipakai untuk BTS. Kakak harus beli tiket BTS jugak.

Trus gimana kalau udah naik MRT/BTS? Kita tahu darimana kalau kita udah sampai di stasiun yang kita tuju? Lagi-lagi ya, baca dan dengarkan. Ada semacam petunjuk arah di atas setiap pintu MRT. Dari situ kita bisa lihat kita sedang menuju kemana. Ada juga running text yang memberitahukan nama stasiun berikutnya. Selain itu ada juga pengumuman lewat suara merdu mbak-mbak, dalam Bahasa Inggris dan Thai. Oiya, di dalam MRT/BTS tidak diperbolehkan makan dan atau minum ya. Jadi nggak perlu bawa bekal untuk dimakan sambal menikmati perjalanan di MRT. Hihihihihi….

Dan kalau sudah tiba di stasiun tujuan gimana? Sebelum keluar dari stasiun, kita harus melewati exit door dengan cara memasukkan kembali ticket ke tempat yang sudah disediakan. Dan pintu akan terbuka setelah ticket dimasukkan. Kalau kakak pake 1 Day Pass, cukup di tap aja ke sensor yang tersedia. Pintu akan terbuka dan kartunya kakak bawa lagi kemanapun kakak pergi #eh… 😛 Setelah itu tinggal pilih mau keluar lewat Exit nomor berapa tergantung tujuan akhir. Jadi akan ada berapa Exit yang tersedia ya. Tinggal pilih aja sesuai dengan tujuan. Kalau salah memilih Exit, kakak bisa sampainya di seberang jalan dari tujuan yang sebenarnya. Kalau terjadi seperti ini gampang sih sebenarnya, tinggal balik lagi ke dalam stasiun dan keluar dari Exit yang benar. Kalau ragu bisa tanya orang sekitar. Atau paling gampang sih cek di Google Map aja.

Salah satu hal yang membuat nyaman untuk jalan-jalan sendirian di negara yang sudah ada MRT adalah ini : dijamin nggak akan nyasar. Jadi kalaupun terjadi kenyasaran hal termudah untuk kembali ke jalan yang benar adalah cari stasiun MRT terdekat. Tiketnya juga nggak terlalu mahal dan pastinya aman.

Eh ada satu hal lagi. Dengan menggunakan MRT/BTS otomatis kakak akan banyak jalan kaki ya. Jadi pilihlah sepatu atau sandal yang nyaman untuk jalan jauh. Sebaiknya jangan pakai high heel atau stiletto karena itu akan menyiksa diri kakak. Kalau saya sih memilih pakai sepatu lari aja sekalian. Jadi bisa sekalian lari dari bayang-bayangmu.. eh…ahahahhahaha…

Udah gitu aja.  If you have questions, please feel free to ask ya 🙂

Advertisements

3 thoughts on “Memilih Transportasi Umum di Bangkok

  1. selama di bangkok, mrt dan bts yg paliiiiing srg aku pake ;p.. kdg2 ama suami naik gitu aja sekedar pgn liat dr 1 stasiun k stasiun lain ;p.. ga ada tujuan pasti.. kluar, liat2 sbntr, trs kalo udh kepanasan naik keretanya lagi deh ;p.. jd ga sabar ih mrt di jkt cepet selesai ;p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s