Bangkok · travelling

Naik Taksi di Bangkok

Ini postingan ke berapa tentang Bangkok ya? Emang, harusnya blogger tuh sering keluar kota atau ke luar negeri ya. Pasti deh abis itu rajin update blog. (hahahha…digampar blogger sejagad raya). Eh, tapi pasti banyak yang setuju deh sama akuh. Iya kan? Kamu setuju kan?

Okelah, di postingan ini diriku akan bercerita tentang pengalaman naik taksi di Bangkok dan juga transportasi lainnya. Jadi untuk menghemat waktu, energy dan tentu saja money, kita juga harus pinter-pinter liat kondisi kapan harus naik taksi dan kapan harus naik MRT/BTS/Bus.

Kalau dari airport ke hotel harusnya naik apa, Yes? Tergantung kondisi and your time arrival. Di sekitaran jam 16.30 – 18.30. Jalanan kota Bangkok akan berada dalam kemacetan yang sedang kampret-kampretnya. Udah saya buktikan sendiri. Waktu itu saya tiba di sekitar jam 17.30 dan benar saja, kena macet yang lumayan parah. So mungkin penting juga diperhatikan tentang time arrival waktu membeli tiket. Kalau tibanya di sekitaran jam itu, you better take bus. Or kalo yang turunnya di Suvarnabhumi Airport bisa naik ARL dan nanti bisa connect ke BTS dan MRT.

Dan apa lagi yang harus diperhatikan waktu naik taksi di Bangkok?

  • The Driver can not speak English apalagi Bahasa Indonesia (yakali, Yes!) Eh belum selesai sampai di situ. And even they can not read in English. Mereka nggak bisa baca huruf latin. Hah? Really? Yes, madam! Trus…Hayati harus gimana, bang? Tenang, Hay. Setiap masalah pasti sepaket dengan jalan keluarnya. Betul?  Okay! The things that you have to do is….Kalau kamu nginep di hotel, sebelum berangkat ke tempat yang kamu tuju, minta tolong sama Receptionist atau petugas hotel untuk menuliskan alamat yang kamu tuju dalam bahasa Thai. Jadi in case kamu dapat taksi yang supirnya nggak bisa baca huruf latin kamu tinggal kasi itu alamat. Tapi biasanya driver yang agak mudaan bisa bahasa Inggris kok. Jadi mungkin kalau memungkinkan pilih taksi dengan driver yang mudaan aja. Dan taksinya yang warna pink. Lebih bersih dan wangi.

1112

  • Beda dengan taksi di Jakarta yang semuanya udah otomatis pakai argo, di Bangkok ada beberapa taksi yang nggak mau pakai argo. Pastikan pakai argo atau nggak sebelum kamu naikin taksinya. Kalau dia nggak bisa bahasa Inggris gimana caranya? Pakailah bahasa isyarat. Tunjuk mesin argonya dan berikan tanda jempol. Kalau dia setuju dia pasti kasi jempol juga. Soalnya ada beberapa taksi yang langsung mematok harga waktu taksi udah di tengah jalan gitu. Bisa sih ngotot-ngototan, tapi ngabisin energy kan, shay? Mending dijelasin dari awal.
  • Supir taksi belum tentu tahu alamat yang kamu tuju. Dan beda sama taksi di Singapore yang semuanya dilengkapi dengan GPS, di Bangkok masih banyak taksi yang nggak pakai GPS. Jadi setelah bisa membaca alamat yang kamu tuju. Masih ada tantangan lain : dia nggak tahu alamat yang dituju itu ada dimana dan lewat mana. Jalan keluarnya? Dengan sukarela ngidupin GPS di HP kamu dan menuntunnya ke jalan yang benar. Atau biarkan dia bicara dengan seseorang di alamat yang dituju lewat telepon. Pake HP siapa, Yes? Pakai HP kamu. Pulsanya yang pulsamu jugak! Hahahhaah…eh tapi beneran lo. Ini terjadi waktu saya naik taksi untuk meeting at my customer office.  Tapi nggak usah jiper dulu. Nggak semuanya begitu kok. Mungkin waktu itu saya habis banyak berbuat jahat aja. Hahahaha…

Gitu aja dulu ya tentang naik taksi. Cerita tentang MRT dan BTS nya disambung di next posting aja kali ya..kepanjangan ntar nggak seru.

Nih ada bukti kemacetan di jalanan kota Bangkok yang berhasil daku capture. Ini sekitar jam lima sorean. Dan you know…antrian mobil-mobil itu, sampai jam sebelas malam masih tetap seperti itu. Picture was captured from 19th floor of SO Sofitel Hotel. Anyway, lupa kasi tahu kalau tarif taksi di Bangkok nggak terlalu mahal ya. Malah menurutku lebih murah dari Jakarta.

1145

Yang udah sering jalan-jalan ke Bangkok, mungkin bisa menambahkan. 🙂 Saya baru satu kali soalnya ke Bangkok nya.

Advertisements

10 thoughts on “Naik Taksi di Bangkok

  1. waktu ke Phuket sempat ngalamin yg namanya macet, ternyata nggak seberapa ya dibandingkan dengan Bangkok, hihi. Kalau di phuket naik taksi/tuk tuk bisa lebih dari 400 bath, jadi kemarin prefer pake transportasi umum, cuma sekitar 50-80 bath, hehe

    1. Mahal ya? Mungkin karena banyak turisnya 😁 Di Bangkok kemarin, dari airport ke hotel dengan macet yang parah banget aja cuma THB 370, itu udah termasuk tol THB70. Pas ke Grand Palace malah cuma THB70.

  2. aku naik taxi di bankok ato other parts of thailand, cuma kalo dr hotel ke airport mbak :D.. eh prnh sekali juga pas di bandara chiangrai mau ke hotel.. krn udh malem soalnya, jd mau ga mau hanya taxi yg ada.. tp semua taxi yg pernah aku naikin di sana, pada ngerti bhs inggris sih.. dn ada 1 taxi yg bikin aku berkesan bgt, pas di bangkok, krn dia ga ngerti apartment yg aku tanya ada di mana, trs dia turun dari taxinya, dan matiin mesin .. so argo pd saat dia nanya, ga jalan.. di jkt mana ada taxi begitu ;p. malah diajak muter2 kali biar argo nambah

  3. Salam kenal mbak Yessi…Aku juga baru ke Bangkok bulan Januari itu, Nggak baru deng 😀 Dari bandara ke hotel naik taxi, udah pake bahasa thai juga masih tetep ngeyel drivernya…dibilng jangan lewat tol krn kebetulan hari sepi, eh dibawa aja ke tol..suami jadi merepet2 😀 kebetulan suami bisa bahasa thai….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s