travelling

Senja yang Akan Kau Rindukan

Di perjalanan pulang dari Meppel ke Amersfoort, di hari terakhir kami bersama,  teman saya sambil menyetir bertanya tentang apa saja yang tidak saya sukai di Belanda. Saya menjawab yang tidak saya sukai adalah bahwa keluarga dan teman-teman saya tidak ada di sini. Lalu dia tertawa dan berkata “Are you saying that you do like everything in Netherland? How about the food?”

Saya menjelaskan bahwa makanan bukan masalah besar buat saya. Walaupun sebenarnya sesampainya di Jakarta saya langsung makan kwetiaw seafood goreng. Dan sampai Salatiga langsung makan bakso, masakan padang, sate ayam dan lain sebagainya. Hahahahaha…balas dendam ceritanya.

Ya, saya suka dengan Belanda, khususnya Amersfoort. Tidak terlalu ramai, dan nggak sepi juga. Udaranya yang segar dan suasananya yang tenang menjadi daya tarik utama buat saya. Juga bangunan-bangunan kuno ituh….Umm…mungkin benar kata seorang teman, i am an old soul. Makanya tertarik sama bangunan kuno dan benda-benda kuno. Hahaha…. Dan mungkin karena sedang musim panas juga. Nggak tahu deh gimana suasanya pas musim dingin.

Saya juga suka langitnya, apalagi langit senja menjelang tengah malam yang berwarna keemasan. Saya tahu saya akan merindukan hari itu, ketika langit berwarna keemasan dan angin berhembus pelan-pelan. Di musim panas, ketika roda-roda melaju tenang menuju kota dimana saya akan tidur dengan nyenyak karena kelelahan.

IMG_20180806_215014_065.jpg

 

Advertisements

2 thoughts on “Senja yang Akan Kau Rindukan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s