Word To Remember

Mengenali Rasa Kecewa

Disappointment is not always come from a high expectation [@yessigreena, 2016]

Kapan terakhir kali merasakan kecewa yang sangat mendalam? Sebuah kekecewaan yang benar-benar menguras kekuatan hati dan pikiran? Sudah lupa kapan tepatnya? Sama dong dengan saya πŸ™‚ Kecewa-kecewa kecil manusiawilah lah ya, namanya juga manusia. Kalau nggak pernah kecewa bikin curiga jugak yekan. Jangan-jangan situ alien yang ngekos di raga manusia. Hahahaha…

Rasa kecewa seringkali dihubungkan dengan harapan yang (dianggap) ketinggian. Namun tidak selamanya lho rasa kecewa itu datang dari harapan yang terlalu tinggi. Ada juga yang berasal dari akumulasi perasaan-perasaan negatif yang diabaikan. Itulah kenapa kita dilarang menabung perasaan-perasaan negatif. Karena itu serupa bom waktu, yang akan meledak ketika bertemu dengan senyawa yang memantik percikan api di dadamu. Eaaa….. πŸ˜€ So every time you get a negative feeling, release it!

Tapi kadang kita juga lupa mengidentifikasi perasaan kecewa yang kita rasakan ya? Wajarkah kita merasa kecewa? Jangan-jangan kitanya aja yang baperan, atau terlalu, ‘adek lemah, bang…pinjem bahunya dong untuk bersandar’ Hahhahahah….Atau hal yang membuat kita kecewa sebenarnya nggak bisa dijadiin alasan untuk kecewa. Contohnya : mengharapkan sesuatu yang akan menyakiti orang lain. Nah kalau gini, mungkin kakak perlu piknik atau banyak-banyak baca buku psikologi. Peace! πŸ™‚

Dan memang ada kondisi yang benar-benar membuat kecewa. Rasa kecewa yang sudah divalidasi dan dijamin keabsahannya. Yang kalau hal itu terjadi pada orang lain, juga akan menimbulkan kekecewaan. Sebagai manusia yang punya rasa, kecewa memang nggak bisa dihindari ya. Tinggal pintar-pintarnya kita aja menghadapi dan mengatasinya.

Seorang sahabat pernah mengatakan seperti ini : “Kalau lo sering kecewa. coba deh cek hati dan perasaan lo, jangan-jangan ada yang salah. Kalau ternyata nggak ada yang salah tapi lo masih aja sering dikecewain…banyak-banyak berkata dan berbuat baik deh. Karena orang sial dan orang beruntung itu tuh nggak ada. Yang ada cuma orang yang nggak punya tabungan kebaikan dan orang yang punya banyak tabungan kebaikan.”

36710-be-kind-to-one-another

picture from here

Advertisements

11 thoughts on “Mengenali Rasa Kecewa

  1. Bener tuh nasihat temanmu πŸ™‚ kalau kita sering-sering kecewa kita harus ngecek hati kita dan perasaan kita…
    Tahun depan mau belajar untuk nggak sering kecewa ah…karena kalau sering kecewa berdampak ke kesehatan πŸ˜‰

  2. namanya manusia ya …. kecewa itu wajar. kalo gak kecewa malah gak wajar karena berarti gak ada ambisi. πŸ˜›
    tapi yang penting emang gimana bisa move on supaya kecewanya gak berlarut larut…

  3. Haha..jangan menumpuk perasaan negative ya. Kebanyakan sih memang kecewa krn high expectation … tambahin dong artikelnya .. tips-tips supaya ngga kecewa … #eh?

  4. aku suka baca kalimat terakhir… yg ada itu cuma org yg ga punya tabungan kebaikan, dan org yg punya bnyk stok kebaikan :).. bener juga yaa… mungkin ada yg salah dgn orgnya sendiri kalo selalu kecewa… jgn2 dia ga pernah bersyukur dan maunya cuma yg enak2 doang :).. ga pernah puas juga ama apa yg dipunya… akupun kalo dipikir2 ama mendalam, malah ga inget mba kapan aku trakhir bener2 ngerasa kecewa :).. hidup mah ga usah terlalu dipikirin yg berat2nya..selalu cari nilai positif dari hal2 ga enak yg kita alami πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s