travelling

First Flight

SebenarnyaΒ  ini adalah cerita tentang pengalaman pertama Java naik pesawat. Trus bingung mau dijudulin apah. Ini aja udah sepuluh lagu baru dapat judul. Hahaha…

Kaylah…kita mulai aja ceritanya ya, kak. Silahkeun keripik singkongnya sambil dinikmati bersama dengan teh manis hangatnya πŸ˜›

Menjelang usianya yang kelima akhirnya pecah telor juga nih si boy. Pecah telor dalam hal naik pesawat. Dan pesawat pertama si boy adalah jurusan Solo – Kuala Lumpur. Iya, Salatiga tuh emang kota yang punya tiga bandara udara. Achmad Yani di Semarang, Adi Sumarmo di Solo dan Adi Sucipto di Jogja. (semoga nggak ada yang percaya…hahahahaha)

Tadinya agak ragu juga tuh. Karena cuaca yang tiap hari hujan, tiap hari hujan. Seminggu sebelum berangkat kerjaan saya mantengin prakiraan cuaca terus. Mana Pak Bojo nggak ikut pulak. Sebenarnya yang saya khawatirkan adalah terjadinya goncangan atau turbulens yang akan membuat Java takut atau bahkan trauma naik pesawat (emak-emak tuh emang kadang mikirnya berlebihan ya..hihihihi..).

Jadi di hari Sabtu yang cerah (iya tumben cerah..biasanya mendung dan hujan sepanjang hari), berangkatlah saya dan Java ke Adi Sumarmo. Pesawat kita dijadwalkan berangkat jam tiga sore. Jam setengah satu udah nyampe dong di bandara. Solo juga cerah, aman..hilang satu kekhawatiran.

20170121_125127

Bandara Adi Sumarmo bisa ditempuh dengan satu setengah jam perjalanan dari kota Salatiga. Dan sebenarnya this is my first time terbang dari Adi Sumarmo. Biasanya lewat Semarang atau Jogja. And si Boy seneng banget tak terkira waktu udah liat pesawat-pesawat parkir. Udah nggak sabar dia mau naik pesawat. Nanyain terus, ‘pesawat kita yang mana, ma?’ πŸ˜€

Tapi eh tapi…kok pelan-pelan langit menggelap ya?

20170121_133231

Trus hujan deras pake banget. Trus pesawatnya delay dong. Trus si boy rewel dong. Tambah ribut dia nanyain kapan naik pesawatnya. Untungnya hujannya nggak lama. Karena cuaca sudah membaik delay nya jadi cuma 35menit. Ditemani gerimis akhirnya pesawat pun terbang meninggalkan Adi Sumarmo.

Dan gimana reaksi Java? He was super happy! Duh emaknya ini sampai terharu. Apalagi waktu pesawat mau lepas landas. Java menghitung tigaa….dua….blasterrrr!! And he said “Mom…..i am in the sky! I am so happy, mom!” Duh…rasane kaya simbok paling bahagia seduniah..

Kekhawatiran saya tidak beralasan. Guncangan-guncangan kecil yang saya khawatirkan akan menganggu perasaan Java, ternyata tidak masalah buat dia. Kuping aman, nggak ada keluhan sama sekali. Makan banyak, bahkan jatah emaknya juga dimakan. Hahahahaha…….

And we safely landed in KLIA. Maturnuwun, Gusti! And my boy was so happy. Look at that smile! πŸ™‚

20170121_190715

Kita disambut oleh sunset yang menggetarkan kalbu dan sukses bikin eike pengen ngarangΒ  novel melo-melo drama. Hahahaha….

20170121_190645

Tunggu cerita jalan-jalan Java selanjutnya ya πŸ™‚

Advertisements

20 thoughts on “First Flight

  1. Seru ya Mba, bawa anak naik pesawat pas dia uda agak gedean.
    Beberapa bulan lalu, saya juga bawa anak saya naik pesawat, cuma 1 jam sih dari Jakarta ke Semarang dan sebaliknya. Selama di pesawat dia tidur pulas, tangan ibunya aja yang pegel buat gendong πŸ˜€

  2. Enjoy banget ya anaknya…Sy pertama bawa anak pesawat umur dua tahun..anteng jg di pesawat…cuma pas di ruang tunggu dia heboh lari sana sini hehehe

  3. Wah si Boy hebat … Usia belum genap 5 tahun sudah naik pesawat.

    Saya?
    Pertama kali naik pesawat di usia 28 tahun … Haiyaaaa … Udah tua yak

    Salam saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s