travelling

Agar Tagihan Ponsel Tidak Bengkak Saat ke Luar Negeri

Jadi bulan lalu saya kaget dengan tagihan telepon seluler saya. Jumlah tagihan yang naik 500% dari tagihan biasanya tentu saja bikin hati ini bertanya-tanya. Coba cek detail tagihan tapi halakok minta PIN, dan waktu masukin PIN yang biasanya dipakai kok nggak bisa. Duh kok ribet banget ya, kenapa nggak telpon call centre nya aja minta detail tagihan. Oke, akhirnya saya telepon call centre.

Setelah dicek, customer service yang menerima telepon saya menjelaskan bahwa tagihan saya bengkak karena pemakaian internet di luar negeri. Hah? Tentu saja saya langsung protes. Akhir Mei saya memang ada keperluan tiga hari di negera tetangga, tapi selama di sana saya selalu mengandalkan wifi. Mobile data juga sudah saya off kan sejak dari Jakarta. Dan lagi, ponsel saya kan dual SIM, dan paket data sudah diatur untuk memakai SIM 1 yang adalah pra bayar. Dan ini bukan pertama kalinya saya memakai nomor ponsel ini di luar negeri. Sebelumnya tidak pernah ada tagihan internet.

Customer service meminta saya untuk menunggu agar dia bisa memeriksa lebih lanjut. Dan setelah menunggu agak lama, saya diberitahu bahwa tagihan tersebut adalah untuk pemakaian GPRS. Hah? GPRS? Hari gini masih ada GPRS kah? Ponsel saya smartphone yang udah bisa pakai LTE lho. Setelahnya babang CS nya membuatkan laporan keberatan tagihan. Katanya beberapa hari ke depan akan ada yang menghubungi saya untuk tindak lanjutnya. Dan saya disarankan untuk membayar semua tagihan dulu sebelum jatuh tempo, kalaupun nantinya keberatan saya diterima sisa tagihan akan dideposit. Okelah.

Singkat cerita setelah telepon pertama itu saya dihubungi dua kali oleh CS operator ponsel tersebut. Pertama menyampaikan bahwa kasus saya masih dalam pemeriksaan dan mereka akan segera menghubungi saya kalau sudah ada update terbaru. Dua hari kemudian saya dihubungi lagi dan CS operator menyampaikan bahwa keberatan saya ditolak. Tagihan roaming GPRS saya memang jelas ada dan nyata dan saya harus membayar. Waktu saya menjelaskan bahwa saya tidak menggunakan nomor ponsel tersebut untuk internet dan sejenisnya dan hanya untuk menerima SMS, si mbak CS bilang untuk menghindari tagihan yang tidak diinginkan, sebaiknya kartu SIM nya dilepas dari ponsel. Menonaktifkan saja tidak cukup untuk menghindari tagihan. Dikhawatirkan saya salah pencet atau apalah apalah waktu itu, dan karena malas dengan urusan berkepanjangan, sayapun terima nasib aja dan membayar semua tagihan.

Itu ya, lepaskan kartu SIM dari ponsel. Entahlah. Pokoknya lepaskan kartu SIM dari ponsel.

492728202

pic from here

 

 

 

 

 

Advertisements

4 thoughts on “Agar Tagihan Ponsel Tidak Bengkak Saat ke Luar Negeri

  1. Hehhhh… Kok bisa gitu mba.. Ini utk paska byr mksdnya kan.. Kmrn aku ke jepang ama korea, pake full wifi doang.. Sim card indosat paska bayarku jg ga dilepas samasekali dr hp.. Tagihan ttp normal tuh.. Mobile data aku matiin. Jd full cm wifi… Agak ga masuk di akal aja sih kalo kartu hrs dilepas dr hp -_- .

  2. iya..aku juga heran. padahal selama ini nggak pernah tuh ada tagihan kaya gitu. paling tambahannya biaya roaming karena terima telpon. tapi males ribut akhirnya aku iyain aja.

  3. Lha kemarin ditawarin kartu pascabayar, kalo kayak gini jadi mikir-mikir lagi ya. Kadang kan kita gak tau apa-apa trus tiba-tiba tagihan bengkak 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s