Surabaya Dalam Kenangan

Bulan Januari yang lalu, saya menginap semalam di Surabaya. Urusan kerjaan, bukan jalan-jalan. Itu juga cuma semalam.

Saya (dan teman-teman kerja) tiba di Juanda sekitar jam enam sore an lah. Dari Juanda langsung capcus menuju hotel yang persis berada di Tunjungan Plaza. Perjalanan dari Juanda ke Tunjungan lumayan lama, apalagi sore macet ya ternyata. Singkat cerita setelah makan malam, meeting (kerjaan) sama tim dari dua negara lain, baru masuk kamar hotel, mandi trus siap-siap tidur.

Sebenarnya nggak ada yang istimewa dengan Surabaya, ke Surabaya juga biasanya cuma lewat doang kalau pas mau ke Banyuwangi. Nggak ada cerita istimewa andai saja, saya tidak tiba-tiba ingat kenangan waktu remaja dulu. Tepatnya waktu SMP, bertahun-tahun yang lalu.

Jadi jaman dulu kala, waktu masih kelas satu atau kelas dua saya lupa, saya punya sahabat pena yang tinggal di Surabaya. Cowok, ganteng (menurut bocah SMP waktu itu, ehmm….eh hentikan tawamu, rosalinda!..hahahahha), baik, suaranya bagus dan waktu itu dia baru masuk kuliah. Jauh juga ya beda umurnya, saya masih SMP, dia udah kuliah.

Saking sering berkirim surat, sampai sekarang saya masih hapal lho alamat rumahnya. Dan karena belum ngantuk-ngantuk juga dan daripada bengong menatap dinding kamar hotel saya iseng kan masukin alamat rumah si mas sahabat pena saya ke google map. Dan…taraaaa…cuma 27 menit jalan kaki, gengs. Dekat banget ternyata.

Screenshot_20180121-231932

Dulu waktu bersahabat penaan, saya masih tinggal di Medan. Jauh banget ya dari Surabaya. Dan jaman dulu kala ya, bok…belum ada yang namanya segala macam handphone, sosial media and so on. Saya masih ingat, selain berkirim surat sahabat saya ini juga sering menelepon ke rumah. Trus waktu orang rumah mulai nanya-nanya itu siapa sih cowok sering banget telepon kamu, saya bilang ke dia nggak usah telpon-telpon lagi deh aku males jelasin ke orang rumah, eh…dia kirim kartu telepon dong. (eh…masyarakat sekalian…kalian tahu kartu telepon kan? hahaha…ketauan dah umurnya). Dan meminta saya menelpon ke rumahnya di Minggu siang atau sore.

Dan tahu nggak sih, kita tuh surat-surat an dari saya masih SMP sampai kuliah lho. Dan sepanjang sejarah itu, si sahahat pena saya ini nggak pernah lupa kirim kado ulang tahun, valentine, apalah apalah. Juga kalau dia traveling ke luar kota, pasti ngirimin oleh-oleh buat saya, juga poto-poto dia selama traveling (iya, poto yang dicetak ya…jaman dulu mana Instagram..hahahah). But please be informed that we never ever talked about love. Saya merasa nyaman karena menganggap dia kakak, tapi kata temen saya “elo tuh orang paling bego dan naif sedunia masa nggak tahu kalau dia suka sama lo? Mana ada cowok baik banget gitu kalau nggak cinta?” Tapi kita kan belum pernah ketemu, nyet?

Singkat cerita, saya agak lupa-lupa ingat. Waktu itu saya sudah kuliah dan pindah ke Lampung. Dan setelah lebih dari tujuh tahun bersahabat (pena),  kita nggak pernah surat-suratan lagi. Dan sebenarnya saya juga udah lama banget lose contact dan udah nggak ingat sama sekali. Ini juga ingat karena kebetulan ke Surabaya dan bengong menjelang tidur di lantai dua puluh dua sebuah hotel di daerah Tunjungan (apa sih, Yes? hahahha…). Dan ternyata, kisah lama itu menjadi sebuah kenangan yang membuat saya tersenyum.

surabaya

Gosah nanyak, itu tujuh tahun surat-suratan sama telpon-telponan ngomongin apa aja kalau babarblas nggak ngomongin cintah? Saya aja udah lupa. Hahahhaha…… 😀

 

Advertisements

12 comments

  1. Hallo Selamat Siang,
    Salam hangat, Perkenalkan kami dari PT Hebros, Perusahaan yang bergerak di bidang IT dan Jasa pemasangan serta Maintenance semua kamera CCTV indoor dan Outdoor (sesuai kebutuhan) yang berkantor di Jakarta Timur.
    Kunjungi Website kami

  2. Keren mbak pakai banget ceritanya, kayak senetron. Lain kali kalau jalan jalan ke surabaya klik saja

    Rental mobil termurah di surabaya, siap antar keliling surabaya. 225rb sdh sama supir

  3. gokil ceritanya, mbak. saya juga pernah punya sahabat .. apa namanya? kenal di blog soalnya. saling komen, lalu bertukar nomer. tapi ya gitu, nggak ngomong yang aneh-aneh. nggak sampai saling kirim hadiah sih, tapi percakapan di antara kami sering serius 🙂 eh ya, salam kenal!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s