Melewati Imigrasi Schiphol

IMG_20181125_211546_030.jpg

Kalian pernah ngalamin juga ga? Pembaca blog yang lebih memilih komen lewat email daripada komen di blog? Saya beberapa kali dapat email yang isinya adalah komen tentang tulisan di blog. Seneng sih, jadi merasa tulisan kita tuh benar-benar diapresiasi. Trus selain komen, ada juga yang request tema tertentu. Nah, yang ini saya juga suka, apalagi kalau pas bingung mau nulis apa, kalau ada yang request bisa jadi sumber ide.

Jadi ada yang nanya, gimana pengalaman saya waktu melewati imigrasi di Schiphol? Kabarnya imigrasi di Schiphol ketat banget ya? Yuk, daripada balas lewat email kan mending dijadiin postingan blog ya.

Waktu itu, keluar dari pesawat saya langsung mengikuti arah yang menunjuk ke arah imigrasi. Bawaan saya waktu itu cuma tas ransel satu, barang-barang yang lain masuk bagasi. Pesawat yang membawa saya dari Dubai ke Amsterdam tiba sekitar jam satu siang. Tiba di antrian Imigrasi antriannya lumayan juga. Waktu itu loket yang buka cuma ada empat. Satu line khusus untuk orangtua dan orang dewasa yang bawa anak. Oya, line untuk pasport Uni Eropa khusus di sebelah kanan dengan sistem self service. Jadi bisa dibilang yang di antrian cuma orang-orang yang masuk ke Belanda dengan visa.

Sistem antriannya yang satu line gitu ya, jadi kita nggak bisa mengkondisikan akan melewati loket nomor berapa. Tergantung nasib, saya ngincer loket nomor dua yang babangnya mirip seseorang. Hahahahha….. Antriannya lumayan lama karena tiap orang sepertinya ditanya macam-macam, dan pasti ada adegan menyodorkan lembaran surat ke petugas imigrasinya. Saya juga sudah menyiapkan dokumen-dokumen yang mungkin akan diminta. Seperti : invitation letter, copy polis asuransi dan bukti bookingan hotel, plus uang tunai? Okay saya bawa USD1500 + EUR1000 plus dua kartu kredit platinum. Masih kurang, bang? Bahahahha….shombong! 😀

Setelah mengantri lebih dari setengah jam akhirnya tibalah giliran saya. Dan saya nggak dapat loket nomor dua, gengs. Hmmm….yawdahlah si babang yang loket ini juga lumayan ganteng (apa sih, Yes? Hahahahaha….). Babangnya mengucapkan salam dan saya balas dengan senyuman, lalu menyodorkan pasport yang udah ditempelin visanya. Saya masuk Belanda dengan visa business ya.

Setelah ngecek pasport saya si babang mulai nanya-nanya. Pertanyaan pertama : “Mau stay berapa lama di Belanda?” Saya jawab : “Sekitar tiga minggu lah, bang.” (bang nya ngarang…hahahahaha). Pertanyaan kedua : “Ke Belanda mau ngapain?” Saya jawab : “Business trip, bang.” Pertanyaan Ketiga : “Business trip nya ngapain aja?” Saya jawab : “Nganu bang, ada meeting, training dan kunjungan ke factory (lalu saya menyebut nama perusahaan tempat saya bekerja).” Mata si babang langsung berbinar : “Oh, kamu kerja di (menyebutkan nama perusahaan tempat saya bekerja)? Okelah, selamat datang di Belanda. Semoga hari-harimu menyenangkan ya!” trus dia balikin pasport saya. Itu invitation letter, copy polis asuransi, bukti booking an hotel ga dibahas sama sekali. Cuma karena company name? Hahaha…mungkin karena visa saya juga visa business ya, dan mungkin ada remark orange carpet juga. Entahlah…

Trus pas mau pulang ke Indonesia, di imigrasinya juga cepet banget. Setelah ngecek pasport saya si babang imigrasi cuma bilang : “Jadi udah mau balik nih, coy? Gimana Belanda? Nyenengin kan? Sampai jumpa lagi. Semoga penerbanganmu menyenangkan.”

Udah gitu aja ceritanya. Menurut saya sih, selama dokumen kita lengkap, nggak ada yang perlu ditakuti ya. Mudah-mudahan semuanya lancar, kecuali kalau lagi apes aja kali ya. Ya banyak doa dan banyak berbuat baik aja biar nggak apes. Hehehehe… 😀

Advertisements

28 comments

  1. Ngerasain melewati imigrasi eropa aku baru 4x doang. Jerman, serbia, bulgaria dan Turki. 4-4nya alhamdulillah cepet dan ga ada pertanyaan apapun hahahaha.. Pdhl visa biasa. Udh siap2 bakal ditanyain, tp para petugasnya cuma buka pasport, ngechop, trus udah… :D. Semoga thn depan bisa ngerasain eropa lg. Tp aku pgn masuk dr negara lain. Belanda boleh juga kayaknya 😀

  2. Kalau saja semua petugas imigrasi ramah seperti di Belanda ini, pengalaman jalan-jalannya tambah seru ya mbak. Yang ada adalah kebanyakan petugasnya bermuka tegang, kalau senyum pun hanya segaris 😁

  3. Terbayang deh mau melewati proses di imigrasi itu, apalagi yg prosesnya ketat.. Di Singapura saya pernah digiring ke dalam gak tahu kenapa, sementara teman2 saya aman.. Kemungkinan alamat rumah yg tertera di paspor beda. Paspor lama pakai alamat rumah mertua, hehe

    • Kalau dokumen lengkap, prosesnya jd cepat dan nyaman ya.
      Saya sering jg tuh dapet komen via email, tp lebih sering dapetnya pertanyaan yg jawabannya udah ada di artikel, kalau gitu malas jawabnya hihihi…

  4. Aku bayangin manggil babang petugas imigrasi dengan sebutan Bang, sungguh ngakak lol.
    Kebetulan aku belum pernah bepergian ke luar negeri, apalagi Eropa. Tapi dari tulisan di atas meyakinkan aku bahwa asalkan surat-surat sudah lengkap, sebenarnya kita tidak perlu takut lagi. Kayak cegatan SIM di jalan juga sama.

  5. Senang ya kalo prosesnya lancar dan cepet seperti itu. Memang yang penting semua dokumen harus disiapkan dengan lengkap ya biar nggak ribet.
    Btw setujuu, request bisa jadi sumber ide nulis postingan di blog 🙂

  6. Penasaran gantengnya si babang mirip siapa? Ahahaha. Pengalaman menyenangkan ya mbak, semua lancar tanpa ribet.

  7. aaaak ga asyik, kuran panjang hahahahaha. berharap tadinya bakalan panjang ceritanya. sampai dapat nomor telpon si babang mungkin. kalau ini tambah ngarang hahahahah

  8. Wah, lewatin bagian imigrasi emang banyak yang bilang untung-untungan. Tergantung nasib. Tapi setuju, selama dokumen lengkap, kita ga perlu khawatir berlebihan. Duh, ga bisa bayangin klo di film-film itu penjahat pada bawa macem-macem bisa tenang aja gitu.. ehh namanya juga film ya, wwkk

  9. dari cerita ini, melewati imigrasinya mudah dan nyaman aja ya. Tapi saya rasa ada dua hal penyebabnya
    – mbaknya enjoy
    – karena si babangnya tampan 😀

    padahal yaaa…. biasanya baca cerita lewat imigrasi, dari baca judulnya aja.. udah h2c, ini malah diajak ngguyu

  10. kayaknya sih karena business visa itu mba jadinya gak banyak ditanya2 apalagi kalau companyanya company yg punya belanda atau companynya terkenal

  11. Aaah…sukak banget sama bahasan kak Yessi…
    Kocak pissaan~

    Mau ngubek-ngubek tulisan kak Yes yang lain yaa…
    Biar kalo ada Babang ganteng, bisa sekalian nitip salam.

    ((Laahh…apa hubungannya yaakk?? kyahahhahaha~))

  12. I have been using diplomatic passport almost all the time and some traveling are pretty smooth because of that passport. But even when I travel with regular passport as long as we are self-confident and we can explain and answer whatever questions they have, then we’re good

  13. Ada satu postinganku di blog lebih ramai pertanyaan via email daripada kolem komentarnya. Mungkin ini bisa menjadi privasi mereka sih. Boleh juga nih informasinya ku simpan.

  14. Kebanyakan udah pada parno duluan sih ya kalau melewati imigrasi. Bener banget kalau surat2 lengkap dan sudah sesuai prosedur Insya Allah lancar.
    Itu percakapan sama si babang lucu juga ya, btw pakai bajasa apa ya babangnya?

  15. Biasanya kalau business trip udah dijamin ya segala dokumen lengkap sama perusahaan atau kantor yang memberangkatkan. Tapi kalau sengaja mau berwisata ke sana syarat lainnya yang memberatkan itu masalah asuransi perjalanan.

  16. Trus aku jadi kepoh nama perusahaannya apa hihihi.
    Iya mbak aku sering juga dapat pertanyaan lewat email ketimbang di komen langsung, bahkan ada yang bisa dapat no WA-ku hehe.
    Kalau melewati imigrasi asal dokumen lengkap insyaAllah aman ya mbak TFS infonya

  17. Babang tamvan nya mana? No pict = hoax ah. Hahaha.
    Peace mbak peeeaacce.
    Aku belum pernah pelesiran ke luar negeri euy, jadi seneng banget bisa baca info-info kayak begini.
    Siapa tau suatu saat ada segepok dolar nyasar ke rekening aku ya khaaaan. Cus deh berangkat. Yuuuk.

Leave a Reply to meirida Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s