Beijing · travelling · Work World

Kekenyangan di Beijing

Yuhuu…..daku akan melanjutkan ceritah tentang trip to Beijing ya. Oiya, daku tiba di Beijing di Kamis dini hari, pada tanggal 20 Februari. Melakukan sesuatu di Beijing Office selama lima hari kerja, lalu kembali ke tanah air di Kamis dini hari dan tiba di tanah air di Kamis sore hari.

Dan di hari kedua inih, sebelum tidur malamnya bos daku sudah berpesan kalau kita akan berangkat jam setengah delapan pagi. Jadi daku disarankan sudah ready to go sebelum jam ituh. Padahal office hour nya adalah from nine to six. Dan jarak dari apartemen bos daku ke kantor tidaklah jauh. Tapi bos daku ini memang sangat rajin sekali bekerja. Tak heran kalau dia bisa menjabat sebagai manajer penjualan untuk daerah Cina, Taiwan dan Hongkong.

Jadi jam delapan lewat dikit kita udah tiba di kantor. Masih sepi banget alias belum ada orang lain yang datang. Kata bos daku dia harus membalas beberapa email sebelum berangat ke Shanghai jam 10 nanti. She will visit customer and will be back on evening. Sebelum berangkat dia juga berpesan kalau nanti sore the driver akan menjemput daku ke kantor lalu daku dan driver akan menjemput dia ke airport sekitar jam setengah delapan. Lalu setelah itu kita akan makan malam sebelum pulang ke apartemen. Tiba-tiba daku merasa hidupku sangat teratur πŸ˜›

Tak ada yang istimewa hari ini. Jam 12 daku bersama dua orang rekan daku makan siang di food court yang ada di pusat perbelanjaan di seberang kantor. Dan lagi-lagi..taraaaaa…makan dengan porsi yang sangat besaaarrr.

beijing3

Daku lupa apa nama dari menu ini. Berkawan nasi, disajikan ayam dengan campuran kacang gede-gede, potongan timun dan daun bawang dengan bumbu yang sangat enak sekalihhhh. Ditambah tumisan kol, wortel dan sawi. Sebenarnya makanannya enak dan sesuai dengan selera daku. Tapi tak sanggup daku menghabiskannya karena daku kekenyangan.

Jam tujuh daku dan driver bos daku capcus ke airport untuk menjemput the bos. Daku baru tahu kalau di airport Beijing ituh uang parkirnya mahal bangget. Dan banyak orang yang memilih parkir dulu di pinggiran jalan sebelum orang yang dijemput landing dan siap di lobi airport. Pantesan banyak banget mobil yang parkir di pinggir jalan. Tadinya daku berpikir itu pada ngapain sih parkir di pinggir jalan. Ternyata oh ternyata….

The bos baru nongol jam delapan lewat. Setelah itu kita langsung capcus lagi mencari makan malam. Bos daku menanyakan makanan apa yang daku inginkan. Daku bilang terserah baelah, kulo sing penting madang bae. Tadinya the bos mau mengajak daku makan Bebek yang sangat terkenal ituh. Tapi oh tapi restorannya sudah tutup. Dan akhirnya daku dan the bos makan di Noodles House. Dan lagi-lagi…..porsinya…GILAK!!! πŸ˜€

Sebelah atas adalah pesanan bos daku. Entah apa namanya daku lupa. Itu yang coklat-coklat adalah terong goreng dan yang ijo adalah sawi. Sedangkan yang bawah adalah pesanan daku. Tampaknya seperti Mie goreng biasa yang bisa dipesan di abang-abang yang lewat depan rumah ya. Tapi yang ini enaaaakkk bangget… beda pokonyah mah πŸ˜€

beijing4

beijing5

Dan lagi-lagi..daku tidak bisa menghabiskannya. Bos daku juga bernasib serupa, tidak bisa menghabiskan makanannya karena sudah kekenyangan. Oh…kalau begini ceritanya bisa-bisa pulang dari Beijing daku menjadi semok dan berisi πŸ˜›

Advertisements

5 thoughts on “Kekenyangan di Beijing

  1. sialnya, pas aku ke beijing dulu, lg hamil 1 bulan mba,.. jd banyak makanan yg aku ga bisa makan krn mual ;p.. ujung2nya pergi ke resto2 western, krn makanannya ga banyak bumbu kan biasanya.. jd aman utk indera penciuman ;p.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s