Beijing · Food Oriented · travelling · Work World

Belanja di Beijing

Yayyy….hari ini hari Selasa, asikk..besok pulang! Duh..dah kanggen bangget sama anak lanang gantengnya mama. Dan nggak afdol rasanya ya kalau pergi ke suatu tempat dan pulang tanpa oleh-oleh buat sanak saudara tetangga teman temin rekan rekin dan semuanyah.

Karena hari ini adalah malam terakhir daku bisa berkeliaran di malam hari di kota Beijing, maka perkara oleh-oleh harus dituntaskan malam ini juga. Sebenarnya kemarin bos daku udah ngajakin ke tempat belanja di seberang kantor yang adalah Silk Market ituh. Tapi belum tuntas karena daku cuma dapat sepasang baju buat Java. Kata bos daku “tomorrow we can go to another market’ Okelah bos! Belanja di Silk Market inih, harus berani malu nawar harga serendah-rendahnya. Untungnya bos daku termasuk golongan yang tak tahu malu, sehingga baju yang tadinya ditawarkan 350 Yuan bisa dibawa pulang dengan harga 40 Yuan. Daku tidak mengerti bagaimana kesepakatan itu bisa tercapai, soalnya bos daku bargain dalam bahasa China. Itu dapat harga 40 Yuan juga udah pake acara pergi dulu trus dipanggil mbak si penjualnya. Oh..nggak jauh beda ya sama di Mangga Dua πŸ˜›

Waktu daku tanya “How did you deal and got a very cheaper price?” Bos dakupun memberi tips penting yaitu : “Just say your expected price”. Jadi ya, kalau belanja di Beijing di market yang diperbolehkan bargain alias nawar, berapapun harga yang disampaikan si penjual, tawar saja dengan harga yang kalian inginkan. Nggak perduli serendah apapun itu, nggak perduli kalau ntar dicaci maki sama si penjual πŸ˜› Berani mencoba?

Oke..lanjut dulu ke cerita hari ini.

Hari ini di kantor masih seperti hari-hari selanjutnya. Meeting, meeting and meeting sambil nyolong-nyolong ngecek email dan ngerjain kerjaan daku. Sebenarnya ada back up sih yang responsible di Salatiga office. Tapi nggak tega aja kalau semuamuanya daku limpahin ke dia. Then hari ini kebetulan ada rekan kita dari Shanghai Office yang ada perlu di Beijing Office, and she invited all the girls for lunch together. Ditraktir lagiiiii πŸ˜›

Kita makan siang di sebuah restoran khas China yang rwame bangget tapi orderan kita cepet datangnya lho. Padahal kita belum reservasi sebelumnya. And here we are.…ga usah bertanya-tanya daku yang mana. Tuh yang kelihatan sikutnya doang dan bongkahan pipi itu adalah daku πŸ˜€

beijing18

Makanannya enak-enak, bok. Sayangnya daku lupa nama restorannya. Tapi masih sekitaran LG Twins Tower gitu. Soalnya kita kesananya juga jalan kaki dan cuma lurus terus, belok kiri, jalan terus, trus nyampe deh.

Abis makan we back to office and jam enam capcus ke market apa gitu untuk menuntaskan perkara oleh-oleh. Setelah beres belanja bos daku mengajak makan malam di sebuah restoran Korea. Kalap pesan banyak makanan tapi akhirnya nggak habis πŸ˜€

“This will be our last dinner before you back to Salatiga,” kata bos daku sambil berlinang airmata. Hahahaha…boong ding πŸ˜› Setelah kekenyangan kami pun pulang ke apartemen. Bos daku mengingatkan agar daku mulai packing malam ini. Karena besok daku masih full day di office dan malamnya langsung terbang ke tanah air. Okelah. Dakupun nyicil packing lalu tidur setelah jam dua pagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s