Work World

Apakah Gaji Anda Sudah Sesuai?

Sebenarnya udah lama mau nulis tentang ini, tapi selalu aja gagal karena…karena apa ya? Nggak tahu juga alasannya apa. Saya termasuk orang yang spontan dalam menulis blog sih, jadi kalau nulis ya nulis aja. Tapi belakangan saya selalu berusaha untuk menghindari hal yang berbau negatif atau bernada kebencian.

Jadi sebenarnya beberapa minggu yang lalu, seorang sahabat saya curhat tentang gaji. Sahabat saya ini adalah tipe orang yang sangat tidak tegaan, cenderung mengalah, milih nangis daripada balas perbuatan tidak menyenangkan orang dan sangat sensitif. Tapi percaya atau tidak, di permukaan dia adalaha a very smart strong woman yang sangat dicintai anak-anak buahnya. Yes, she is a managerย  in a company in Jakarta.

Sahabat saya ini sudah bekerja di perusahaan tempat dia bekerja selama lebih dari sepuluh tahun. Dan di malam itu, for the first time in her career life she talked with me about salary. Selama ini meskipun sering curhat masalah kerjaan, we never talked about money. Yang dicurhatin paling tentang report, target atau anak-anak buahnya.

Dan akhirnya saya tahu bahwa dengan masa pengabdian yang menurut saya sudah cukup lama lah ya sepuluh tahun, salary se-yang diterima sahabat saya ini memang bisa dibilang kurang, apalagi untuk ukuran Jakarta. Dan sebenarnya dia fine-fine aja dengan salary segitu sebelum dia tahu kalau someone else yang baru join di perusahaan dengan posisi yang satu level di bawah dia ternyata dapat salary yang lebih besar.

And what’s happened then? Waktu saya tanya apakah dia berencana untuk mempertanyakan hal itu ke HR atau pimpinan. Guess what she said?

“Gue nggak tahu seperti apa perusahaan menentukan gaji seseorang. Walaupun seharusnya dedikasi dan prestasi menjadi hal penting dalam penentuan, mungkin ada hal lain yang gue nggak tahu. Gue kecewa banget sih waktu tahu tentang itu. Apalagi anaknya agak belagu dan kasar. Tapi ya udahlah. Rejeki nggak cuma dari gaji, kan? Dan gue juga nggak tahu pasti seberapa besar harusnya gue dibayar dengan pekerjaan gue sekarang. Apa yang diberikan perusahaan gue terima aja. Kalau itu kurang dari yang semestinya, Tuhan akan beri rejeki dengan jalan lain. Keluarga gue, kesehatan, kelancaran dalam berbagai urusan dan banyak hal baik lain. Dan termasuk elo, sahabat yang selalu setia dengerin curhat serapah gue….adalah rejeki kan? “

Seperti biasa, i know that she came with tears but all that she need is only someone to share andย  to cry on. She need no advice, no problem solver. And i will never judge her on anything that she shared.

Then i look into my self. Apakah gaji saya sudah sesuai? Apakah saya sudah cukup bersyukur selama ini? Tidak sesuai bukan selalu kurang. Bisa juga lebih. Apakah gaji anda sudah sesuai?

Advertisements

8 thoughts on “Apakah Gaji Anda Sudah Sesuai?

  1. Pola pikir temennya sama kayak saya, Mba. Hehehe. Baper sih kalo ada temen sekantor gajinya lebih sedangkan sini lebih lama. Makanya lebih baik ngga tau berapa” gaji mereka, juga ngga ngeshare gaji saya. Rejeki ngga cuma dr gaji ๐Ÿ™‚

  2. yg begitu mah banyak mbak… aku kerja di bank, udh hampir 10 thn.. alhamulillah sih gaji sesuai ya utk posisiku… tapi aku ngerti banget, apalagi kyk bank gini, kalo mw naik gaji tinggi, ya harus lompat2 pindah dari 1 bank ke bank lain.. suamiku dulu masuk kerjanya bareng aku.. kita sama2 anak baru kok masuk di bank yg sama.. tapi kemudian dia pindah2, sampe 3x… dan tiap kali pindah ya gajinya otomatis pasti naik, kalo ga ngapain pindah kan.. dan skr gaji dia udh 3x lipat gajiku..

    bisa jd temenny temen mbak itu memang srg pindah2 kerjaanya, krn ngarepin take-home-pay yang tinggi.. makanya gaji temen mbak bisa kebalap.. cuma meneurtku sih, dia udh bener juga kok.. kalo memang dia sndiri bisa nerima gajinya kalah dr anak yg baru masuk, ya sudah..mungkin Tuhan bakal kasih rezeki dr hal yg lain, apalagi temen mbak ini sepertinya selalu bersyukur ya :).. aku yakin dia juga banyak diksh kemudahan dr hal2 lain ๐Ÿ™‚

    1. kurang tahu juga, karena dia nggak cerita banyak tentang detail si new comer. tapi untungnya dia bisa lihat sisi positifnya sih. just need someone to share. mungkin biar nggak nyangkut di hati aja ๐Ÿ™‚

  3. Tulisannya singkat tapi padet. Sahabatnya bener-bener positive thinking tapi kok gw merasa dipertanyaan dia, ada keraguan dengan gajinya, seperti apakah pantas di gaji segitu. Lalu jawaban dia seterusya seperti ingin diyakinkan bahwa rejeki gak harus dari kantor.

    Sebenernya bagus sih, tapi menurut gw yang baca, dia “masih” perlu utarakan hal itu, Minimal jawaban HRD atau atasan bisa memberikan titik terang. hehehe

    Salam kenal :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s