Kuala Lumpur · travelling

Naik Taksi di Kuala Lumpur

Di Kuala Lumpur ternyata masih musim ya nawar taksi sebelum cus…. Ya sebenarnya bisa sih kita pesan taksi lewat Grab atau Uber, tapi kadang rempong juga ya kalau kita tidak sedang berada di suatu tempat yang pasti. Maksudnya gini, kalau kita lagi di hotel dan pengen pergi kemana gitu, mungkin Grab atau Uber adalah pilihan terbaik. Tapi kalau misalnya kita lagi ‘terdampar’ dimana, kayanya agak rempong ya. Apalagi kalau kita adalah rombongan dengan barang banyak dan pastinya nggak cukup pakai satu taksi.

taksi1

Setibanya di KLIA2, tadinya kita berencana untuk pakai taksi yang 7 seat. Tapi akhirnya kita memutuskan untuk naik bis ke China Town. Dan dari China Town lanjut dengan taksi (besar) ke Hotel. Jadi waktu itu total biaya 75 ringgit. Kalau kita naik taksi biayanya 180 ringgit. Lumayan kan? Bisnya juga nyaman. Dan walaupun bawa barang banyak, nggak bakalan repot karena ada bagasi bawah. Jadi nggak perlu bawa koper en the gank ke dalam bus gitu.

Selain bus umum, transportasi lain yang kita pakai adalah bus GOKL. Ini adalah bus gratis (iya, cyin….nggak bayar!) yang bisa kita pakai untuk muter-muter Kuala Lumpur. GOKL ada empat line ya. Dengan jam operasional berikut ini :

  • Working Day : 6.00AM – 11.00PM
  • Weekends and Holidays : 7.00AM – 11.00PM

FREQUENCY

  • Working Day – Peak Hours (7.00AM – 10.00AM & 4.00PM – 8.00PM) : Every 5 minutes
  • Others : Every 10 minutes

Dan supaya lebih mudah membayangkannya, nih ada route map nya. Jadi ada Red Line, Blue Line, Green Line dan Purple Line.

gokl

Untuk rombongan dan apalagi ada balitanya, kayanya nyaman pakai GOKL deh. Mana gratis pulak. Hahahha….Tapi perlu diperhatikan bahwa bus GOKL tidak berhenti di semua halte ya. Jadi mungkin sebelum booking hotel bisa dipertimbangkan jarak dari hotel ke halte bus GOKL. Kalau dari Pullman KLCC perlu berjalan sekitar 300m ke Halte Pavilion. Kalau nginepnya di Novotel KLCC, jalan sekitar 100m ke Halte Pavilion. Umm..kalau Concorde dan Holiday Inn, ada Halte GOKL persis di depan hotelnya.

Ini halte GOKL di dekat Suria KLCC dan Petronas Twin Tower. Kalau mau ke Bukit Bintang, bisa naik dari sini. Ntar turunnya di Pavilion. Kalau mau ke China Town, dari halte Pavilion lanjut dengan Purple Line ke Pasar Seni. Eh, lebih jelasnya bisa lihat map nya ding 😀

taksi6

Tapi kalau jaraknya dekat sepertinya lebih enak jalan kaki deh. Nah, kalau nginep di sekitaran Bukit Bintang dan pengen ke KLCC Park, KLCC Aquaria, Petronas dan Suria KLCC, ada jalur khusus untuk pejalan kaki lho. Jalur ini juga connect ke Pavilion Mall.

taksi4

Jangan bayangin jalan di trotoar dan di bawah teriknya matahari atau rintik hujan. Jalur khusus pejalan kaki ini benar-benar nyaman dan full AC. Ada CCTV nya juga ya. Jadi jangan pernah berbuat aneh-aneh. Hehehehe…Tapi saya sedikit heran, kok sepi banget ya? Poto ini diambil di hari Senin sekitar jam 10an.

taksi5

Dan kalaupun naik taksi…nah coba call saja Pakcik Nadzri. Beliau ini supir taksi yang awalnya kita tumpangi dari ibis Style Fraser Business Park ke Pullman KLCC. Trus beliau memberikan kartu nama. Nah besoknya kita berencana mau kesana kemari dengan GOKL aja. Tapi karena hujan jadi gagal deh, apalagi ada balita kan. Akhirnya saya kirim WA ke pakcik Nadzri. Eh beliau langsung telpon lewat WA.

Pak Nadzri orangnya sangat ramah. Usianya sekitar 50an kayanya deh. Taksi beliau kapasitas 7 orang, jenis mobilnya kaya Kijang Innova gitu. Kondisi mobil sangat baik dan wangi juga ya. Beliau juga tidak segan-segan menelepon tempat tujuan kita, kalau tempatnya belum jelas dimana. Nih saya kasi nomor contact nya :

screenshot_20170203-223331

Mengenai rate. Karena sistemnya tawar dan nggak pakai argo, tanya saja beliau menawarkan berapa sebelum deal ya. Kalau menurut kita kemahalan bisa ditawar kok. Untuk mengetahui rate normal, bisa dicek di aplikasi Grab. Lah, kenapa nggak pakai Grab sekalian aja, Yes? Soalnya kan mau kesana kemari dan pakai nunggu segala. Oke sebagai gambaran, waktu itu saya deal dengan beliau di 30 Ringgit untuk tujuan dua tempat. Beliau jemput ke hotel – anter ke tempat pertama – nunggu sekitar 20 menit – antar ke tempat kedua – nunggu sekitar setengah jam – kembali ke hotel. Tapi saya nggak tega juga ngasi 30 Ringgit. Akhirnya saya bayar 50 Ringgit 🙂

Dan waktu mau ke airport, saya pakai taksi Pakcik Nadzri juga. Kita bayar 100 Ringgit. Udah termasuk tol. Padahal kayanya bayar tolnya ada lima kali gitu deh.

Eh ini bukan postingan berbayar dari Pakcik Nadzri lho. Hahahaha….Cuma share aja siapa tahu ada yang mau ke Kuala Lumpur bareng keluarga dan membutuhkan informasi taksi.

Dan bagaimana dengan transportasi umum lainnya di Kuala Lumpur? Kebetulan saya tidak sempat menggunakan LRT, Bus Hop on Hop Off, Monorail dan lain sebagainya. Then i can not share anything about them. Maybe next time ya 🙂 Atau mungkin ada teman yang udah sering ke Kuala Lumpur bersedia berbagi pengalaman?

taksi2

Advertisements

14 thoughts on “Naik Taksi di Kuala Lumpur

  1. Dulu pas masih kuliah di Penang, aku jg langganan supir taxi gini mba… jd 4 thn di sana, aku slalu deh pake supir taxi ku itu… keluargaku juga.. sayangnya udah meninggal 😦 .. kalo di KL aku biasanya pake supir taxi siapapun yg kita temuin lah ;p.. paling srg jg naik keretanya… tapi memang ya, aku jg ga abis pikir kenapa taxi di sana masih bnyk yg sistem nawar ;p

  2. kalau dr KLIA2 ke Bukit bintang itu ada yg pernah coba naik grab, rate nya brp yah?
    apa bs request mobil yg seat 7, krn kita ber 5 dewasa 2 anak,

    1. ratenya bisa dicek di aplikasinya..dimasukin aja destinationnya, waktu booking ditanya aja drivernya jenis mobilnya apa. kalau ga cocok kan bisa cancel booking. tapi taxi biasa juga banyak

  3. Mba, yg pakai jasa Pak Nadzri itu kalau mobil Kijang Innova memang cukup ya diisi 7 pax? Kalau tanpa bagasi sih mungkin cukup ya. Saya baru WA dia sarankan 2 mobil.

    1. kalau 7 dewasa sih kayanya harus dua taksi, ya. Kita waktu itu empat dewasa, satu anak-anak dan tiga koper gede cukup satu taksi. Kalau taksi biasa harus pakai dua taksi. Kalau nggak ada barang kenapa nggak naik bis aja? Gampang kok tinggal beli tiketnya di counter, kalo nggak salah sekitar 10 atau 15 ringgit ya per orangnya. lupa 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s