HeartInvestigation

Sahabat

Well, yang pernah baca status facebook saya mungkin ingat beberapa waktu yang lalu saya pernah tulis status tentang seorang sahabat lama yang waktu ditanyain kabar  lewat WA malah njawabnya “ini siapa, ya?”. Itu sebenarnya bukan pengalaman pribadi saya, tapi itu terjadi pada sahabat saya. 

Meski beberapa waktu kemudian, saya juga mengalami hal yang hampir sama. Hahahaha….asyem tenan owk. Jadi ya waktu itu adalah sebuah kejadian yang buat saya tiba-tiba ingat dengan (se)seorang (yang saya anggap) sahabat saya. Trus saya tanyainlah kabar dia ye kan. Pesan saya dibaca, tapi nggak dibalas. Dan sampai saya menulis postingan ini nggak dibalas.

Trus saya coba kilas balik dong. Selama ini kita memang jarang sekali dan hampir nggak pernah berhubungan. Paling pas ulang tahun (itu juga kalau kebetulan ingat) saya kirim pesan mengucapkan selamat ulang tahun. Dan kalau diingat-ingat seseorang ini hampir tidak pernah ingat ulang tahun saya. Bukan berarti saya nesu kalau ada teman atau sahabat yang lupa ulang tahun saya, ya.

Sebenarnya dengan sahabat-sahabat yang lain saya juga jarang berhubungan. Tapi kalau salah satu dari kita membuka percakapan dengan mengirimkan pesan, pasti langsung nyambung dan mengalirlah cerita dan lalu merencanakan acara ketemuan yang sampai sekarang nggak jadi-jadi. Emang suse ye kalau udah emak-emak, apalagi kalau kerja kantoran.

Apakah saya marah karena pertanyaan saya tentang kabarnya tidak dijawab? Umm..marah sih nggak, cuma…ummm…sejak saat itu saya mengambil kesimpulan aja kalau memang mungkin saya bukan (lagi) masuk dalam list sahabat dia. Mungkin pesan saya tak lebih dari sebuah pesan iklan yang masuk ke inbox nya dan dianggap junk (mulai dramak….hahahha..)

For me, siapapun yang pernah hadir di masa lalu dan masa sekarang saya pasti punya tempat di hati saya. Sahabat-sahabat saya yang memang mulai jarang saling kontak itu semua masih ada di hati dan punya prioritas dibanding orang yang hanya sekedar kenalan.

Orang bisa berubah. Hidup dan masalah-masalah dalam hidupnya mungkin saja sudah menggeser atau bahkan (terpaksa) menghilangkan beberapa hal dari masa lalunya. Saya cukup maklum dan sedikitpun tidak marah.

Tapi apapun itu, tetaplah bahagia, sahabat!

 

Advertisements

5 thoughts on “Sahabat

  1. Zaman sekolah dulu, kalau janjian mau ketemu tinggal nunggu bel berbunyi. Setelak kerja, jadi ortu….janjian untuk ketemu itu jadi masalah rumiiit. Ahaha… Di grup-grup WA alumni tuh gitu. Udah janjian dari kapaaan, pas hari H….ada yan mendadak meeting, ada yang tiba2 mesti tugas luar kota,, ada yang urgen banget nemuin klien, ada yang anaknya mendadak sakit…..

    Lalu janjian lagi. Lalu terkendala lagi 😀

  2. Sahabat…
    ada sahabat di dunia maya, ada juga yang di dunia nyata.
    Kalau ketemu langsung sama orangnya (yang dimaksud di atas), reaksinya bagaimana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s