travelling · Work World

Pengalaman Mengurus Visa Schengen

Tadinya nggak kepikiran untuk posting tentang pengalaman mengurus visa Schengen, tapi karena beberapa orang (yang sepertinya mau ke Eropa juga) bertanya tentang pengalaman saya waktu mengurus visa, maka ya udah lebih baik posting di blog aja. Meskipun, monmaap ini ya…proses yang saya jalani beda dikit dengan orang kebanyakan. Jadi mungkin nggak bisa jadi standar. Tapi kurang lebih hampir sama sih. 

Karena tujuan trip saya memang untuk urusan kerjaan, maka semua hal udah diurusin sama kantor, termasuk isi formulir. Saya tinggal tanda tangan aja. (Thanks a bunch to Mba Tina 🙂 ). Selain segala hal yang udah disiapkan, saya juga menggunakan fasilitas Orange Carpet. Jadi kalau lewat jalur biasa kita harus bikin appointment dulu sebelum datang untuk cek berkas dan biometric data collection, kalau lewat Orange Carpet kita nggak perlu bikin appointment. Tinggal datang aja bawa semua dokumen. For your info, di season tertentu jadwal appointment ini bisa padat. Jadi usahakan apply visa nya nggak mepet sebelum berangkat 🙂 Pembuatan Visa maksimal 90 hari sebelum keberangkatn dan minimal 2 minggu. Di bulan Maret, April, Mei dan Juni disarankan untuk membuat perjajian sekurang-kurangnya 4 minggu sebelum keberangkatan karena ini musim-musimnya orang liburan.  Dan bisa di-apply di VFS Jakarta, VFS Surabaya dan VFS Bali.

Apa itu Orange Carpet? Nih saya capture dari web ya VFS Global ya…

vfs

Jadi ada sedikit perbedaan tentang persyaratan dengan jalur biasa. Kalau Orange Carpet, kita nggak perlu submit flight reservation dan hotel reservation. Juga nggak perlu terjemahan KTP dan Akte Lahir. Prosesnya juga kayanya lebih cepat. Waktu itu saya ke VFS nya tanggal 31 Mei, yang mana adalah hari Kamis. Dan hari Senin nya, Visa Schengen saya sudah approved. Jadi bisa dibilang prosesnya hanya satu hari kerja.

Karena pengguna fasilitas Orange Carpet hanya diberi waktu antara jam 08.30 – 09.00 saya waktu itu terpaksa menginap di Jakarta. Jam tujuh pagi udah berangkat dari hotel dan ternyata walaupun kantor VFS Global nya belum buka, yang ngantri udah mengular aja. Wah tahu gitu harusnya berangkat jam enam ya dari hotel. Padahal hotelnya cuma beda satu gedung sama Kuningan City Mall. Khawatir jatah waktunya kelewat saya akhirnya ijin sama antrian yang ada di depan saya. Dan untungnya pada baik hati ya.

Sebelum masuk seperti biasa barang bawaan diperiksa semua. Kita nggak boleh bawa tas masuk ya. Cuma boleh bawa berkas dan dompet. Tenang, ada tempat penitipan kok di sana. Tapi bayar, bayarnya 25rb. Karena saya pakai jalur Orange Carpet, maka sebelum dapat nomor antrian dan masuk ke ruangan, ada pengecekan identitas perusahaan. Saya udah bawa berkas yang udah disiapin sama kantor, setelah dicek bahwa benar perusahaan saya tempat bekerja ada di list, petugasnya minta Employee Card saya. Dan tentu saja saya nggak bawa. Untungnya saya bawa kartu nama dan mereka mau nerima.

VFS Netherland ada di paling ujung. Dan waktu nomor antrian saya dipanggil, jam dinding masih menunjukkan jam delapan lewat sekian. Waktu tahu saya pakai fasilitas Orange Carpet, petugas yang cek berkas bilang bahwa berkas saya baru boleh di-input jam 8.30. Salut, benar-benar stick to the rule. Saya akhirnya kembali ke kursi antrian dan langsung dipanggil lagi setelah jam menunjuk pukul 8.30.

Prosesnya cepat banget. Setelah semua berkas saya dicek, saya kembali ke kursi tunggu dan nggak berapa lama dipanggil lagi untuk bayar di kasir. Bayarnya harus cash ya. Total pembayaran saya waktu itu total Rp. 1.466.500, sudah termasuk biaya kurir untuk pengiriman paspor (berisi visa) ke Salatiga.

20180826_133026.jpg

Setelah bayar, antri lagi untuk pengambilan data biometrik. Dan i am not sure apakah ini bagian dari fasilitas Orange Carpet or not…..jadi sebenarnya ada gerombolan ibu-ibu yang udah antri duluan daripada saya, tapi saya duluan yang dipanggil untuk masuk ruang biometrik. Jadilah mereka ngeliatian saya sambil bisik-bisik. Hahaha….entahlah.

Di ruang biometrik juga cuma sebentar, nggak ada lima menit. Cuma ambil sidik jari sama disuruh liat kamera yang ada di atas. Setelah itu, selesai. Jam sembilan lewat dikit, semua proses sudah selesai. Dan toko-toko di Kuningan City Mall belum ada yang buka. Emang mau ngapain, Yes? 😀

Setelah menjalani proses pembuatan visa Schengen ini, menurut saya mengurus visa Schengen nggak terlalu rumit seperti yang saya bayangkan sebelumya. Terlepas dari fasilitas Orange Carpet yang saya miliki, menurut saya pengajuan lewat jalur biasa juga nggak terlalu ribet. Tinggal siapin aja semua dokumen dan persyaratan yang udah dengan jelas banget disebutkan di web nya VFS Global.

Untuk asuransi tinggal contact travel agent, harganya sekitar 1jt an lah tergantung coverage nya. Kalau di persyaratannya, Asuransi harus mencakup sekurang-kurangnya 30.000 Euro atau IDR 480.000.000. Perusahaan asuransinya juga tertentu. Makanya lebih baik contact travel agent, mereka pasti udah ngerti banget.

Untuk rekening koran,ya tinggal di-maintain aja di bulan-bulan sebelum apply visa. Lagian kalau udah bisa jalan-jalan ke Eropa, pastinya performance (alah…performance. hahaha…) rekening korannya juga nggak ada masalah kan? 🙂 Bank Statement tinggal minta ke bank tempat kita menabung. Untuk hotel reservation, hotel bisa dibooking tanpa bayar dulu. Tinggal pilih yang bisa di-cancel tanpa ada biaya (refundable).

Gampang, kok. Nggak se-ribet yang dibayangkan. Asal semua syarat udah dipenuhi, saya kira kemungkinan besar visa nya pasti approved. Good luck, ya! Selamat jalan-jalan ke Eropa 🙂

amst

 

 

Advertisements

8 thoughts on “Pengalaman Mengurus Visa Schengen

  1. Aku dulu bikin schengen thn 2010. Tp wkt itu ga lwt vfs mba, msh hrs ke kedutaan. Aku di kedutaan Jerman bikinnya. Naaah, aku inget2 sih, ga pake orange carpet ya, tp inget banget dokumen2 akte dll ga perlu di translate juga wakt itu. Tp jujurny, aku kebantu juga ama papa mertua yg kebetulan diplomat, dan dia minta ke temennya di kedutaan Indonesia di Jerman utk kasih surat sponsor ke aku. Ntahlah, apa krn itu prosesku juga gampang dan ga ada hambatan ya :p.

    1. lewat VFS nya kayanya baru lima tahun terakhir ini ya..soalnya inget waktu itu temen juga bikinnya langsung ke kedutaan.
      bisa jadi karena surat sponsornya jadi lebih gampang dan cepat 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s